Ilustrasi penjara

Jakarta - Malang benar nasib Hasanah Riyadi (38) sebagai lelaki yang kini tak komplit lagi.

Pasalnya, kejantanan lelaki berusia 38 tahun, warga Dusun Langsar Laok, Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Jawa Timur itu dipotong oleh istrinya, Marsiyati, dengan pisau dapur.

Celakanya lagi, alat vital yang sengaja dipotong oleh sang istri, hilang entah kemana. Kini, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tengah menjalani perawatan intensif di unit bedah RSUD dr H Moh Anwar, Sumenep, itu hanya bisa meratapi nasib. Ini dikarenakan 'kelelakiannya' itu tak bisa dioperasi untuk disambung apalagi tumbuh kembali.

Kejadian memilukan ini terjadi pada Kamis (21/2) pagi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Ceritanya, istri korban yang dibakar api cemburu itu mendekati korban yang sedang tertidur lelap di kursi panjang yang terletak di ruang tamunya.

Tanpa pikir panjang, perempuan berusia 33 tahun itu nekat memotong alat kelamin suaminya dengan pisau dapur yang telah dipersiapkannya. Kress … dan korban pun menjerit.

”Kini pelaku sudah kami tahan. Kami kenakan UU 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Pasal 44,” kata Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Bambang S saat dihubungi Beritasatu.com Jumat (22/2) siang.

Pasal 44 Ayat (1) menyatakan, jika setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).

Sedangkan Pasal 2 berbunyi, dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) mengakibatkan korban mendapat jatuh sakit atau luka berat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah).

Hanya saja polisi belum bisa menjawab apakah Hasanah benar-benar selingkuh ataukah tidak. Oleh karena itu kasus ini masih dikembangkan.

Saat ini jajaran Satreskrim Polres Sumenep  menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP)  dan membantu mencari potongan alat vital milik korban.

Penulis: Farouk Arnaz