Jampidsus Kejaksaan RI Andhi Nirwanto

Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mempertimbangkan upaya pencegahan terhadap tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan benih oleh PT Sang Hyang Seri (SHS) tahun 2008-2012 di Kementerian Pertanian (Kemtan).

"Cara mencegah itu ada persyaratannya antara lain foto. Belum diperiksa tersangkanya. Tapi nanti saya minta dicegah itu," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto, Jumat (22/2).

Ketiga tersangka tersebut yaitu Direktur Utama PT SHS Kaharuddin, Karyawan PT SHS Subagyo, dan Manajer Kantor Cabang SHS Hartono. Kejagung juga telah menggeledah Kantor PT SHS. Namun, para tersangka maupun saksi dari Kemtan juga belum diperiksa.

Sementara pada siang ini, penyidik pada Jampidsus telah memeriksa 10 saksi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. 10 saksi tersebut adalah Kepala Dinas pertanian tanaman pangan dan hortikultura lampung Utara, Selatan, Barat, Timur, Pringsewu, Tanggamus, Way Kanan, Tulang Bawang, Metro dan Bandar Lampung.

"Pemeriksaan dalam rangka untuk mengetahui pelaksanaan pengadaan benih di Provinsi Lampung yang dilakukan PT. SHS melalui kantor regional dan cabangnya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi.

Kasus korupsi proyek Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) ini diduga terjadi pada periode 2008-2011 di sejumlah daerah seperti Jawa Tengah, Banten, Jambi dan Lampung. Dalam penyelidikan awal, Kejagung menemukan penyimpangan proyek tersebut. Kejagung menduga, terjadi penggelembungan anggaran dari proyek ini akibat adanya aksi mark up harga.

Proyek pengadaan benih di Kemtan ini dalam rangka program benih bersubsidi, cadangan benih nasional, dan bantuan langsung benih unggul.

Suara Pembaruan

Penulis: E-11/WBP

Sumber:Suara Pembaruan