Iklan antikorupsi dari Partai Demokrat yang menjadikan Ketua Umumnya, Anas Urbaningrum sebagai bintang iklan.

Jakarta - Penetapan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka korupsi rupanya menarik perhatian media di seluruh dunia dan sempat menjadi headline di berita-berita internasional mereka sampai Sabtu (23/2) pagi ini.

Media bisnis terkemuka The Wall Street Journal misalnya, memasang judul “Ketua Partai Milik Presiden Indonesia Dituduh Korupsi" (Indonesian President's Party Chief Suspected of Graft).

Sementara itu kantor berita Amerika Serikat, The Associated Press, membuat judul “Komisi Anti Korupsi Indonesia Menetapkan Ketua Partai Penguasa Sebagai Tersangka Kasus Korupsi” (Indonesian anti-graft commission names ruling party chairman a suspect in corruption case).

“Keputusan ini menjadi pukulan bagi reputasi partai dan juga bagi pendirinya Yudhoyono, yang berkampanye sebagai “Mr. Clean” untuk bisa kembali terpilih pada 2009,” tulis AP.

Sebagai background, media ini juga menyebut petinggi Demokrat lainnya Andi Mallarangeng yang menjadi tersangka korupsi.

“Mallarangeng adalah anggota kabinet aktif pertama yang menjadi tersangka korupsi,” demikian AP.

Setelah itu daftarnya berlanjut dengan Angelina Sondakh yang dihukum 4,5 tahun dan mantan bendahara umum partai, Muhammad Nazaruddin, yang telah dihukum empat tahun karena korupsi.

Berita AP ini kemudian dikutip ulang oleh media-media besar Amerika, seperti The Washington Post.

Media terkemuka Inggris, BBC, membuat judul singkat “Indonesia's Anas Urbaningrum named in corruption case.”

The Australian menaruh judul “Ketua Partai Bentukan SBY, Anas Urbaningrum, Dituduh Menerima Suap dalam Bentuk Mobil.”

Tak ketinggalan juga media tetangga, Bangkok Post dan media Singapura Strait Times, yang merilis berita “Indonesia names ruling party chairman as graft suspect.”

Penulis: Heru Andriyanto/HA