Illustrasi Logo KPK.

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya memiliki dua orang penasehat, Abdullah Hehamahua dan Said Zainal Abidin. Padahal, berdasarkan Undang Undang no 30/2002 tentang KPK, lembaga antikorupsi itu seharusnya memiliki empat penasehat. Mengapa penasehat KPK sekarang hanya dua?

Sekretaris Jenderal KPK Annies Said Bassalamah mengatakan, pada seleksi Penasehat KPK sebelumnya hanya ada dua orang yang dinilai memenuhi kompetensi untuk menjabat titel itu.

"Dari hasil sebelumnya didapat hanya dua. Jadi tidak bisa dipaksakan," kata Annies di kantor KPK, Senin (25/2).

Menurut Annies, tahun ini diharapkan KPK benar-benar bisa mendapatkan empat orang penasehat sesuai Undang Undang.

Maka dari itu, baik KPK dan Panitia Seleksi mengimbau masyarakat untuk mencalonkan orang-orang terbaik untuk menduduki posisi penasehat KPK.

"Mudah-mudahan tahun ini banyak yang mendaftar," kata Annies.

Mulai hari ini, KPK melakukan pembukaan rekrutmen calon penasehat KPK. Pemimpin KPK sudah menunjuk lima orang yang akan bertugas melakukan seleksi tersebut. Mereka adalah Ahmad Syafii Maarif, Muchtar (Dari LIPI), Bibit Samad Riyanto,Yunus Husain, dan Imam Prasodjo.

Kelima orang ini akan memilih delapan orang untuk mengikuti proses wawancara dengan pemimpin KPK.

Nantinya hanya akan ada empat orang penasehat KPK yang bertugas memberikan masukan, pertimbangan, serta penanganan kode etik ke pemimpin dan pegawai.

Penulis: Rizky Amelia/NAD