Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh

Jakarta - Pemerintah akan meluncurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara utuh sebesar Rp 1 juta, kepada seluruh siswa sekolah menengah atas/sederajat (SMA/SMK) pada tahun ajaran 2013 ini.  

"BOS yang sifatnya untuk rintisan, mulai tahun ajaran baru 2013 nanti sudah penuh. Besarannya Rp 1 juta per tahun per anak. Baik itu SMA, SMK ataupun swasta. Terima kasih untuk Menteri Keuangan yang sudah menyetujui untuk sekolah menengah," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh dalam konferensi pers di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (28/2).

Rencananya, kata Nuh, pada tahun anggaran 2014, pihaknya akan mentransfer dana BOS untuk siswa SMA, seperti yang kini telah dilakukan kepada sekolah dasar (SD).

"Perbedaan antara dana BOS untuk sekolah dasar (SD) dan SMA adalah dana BOS SD ditransfer ke daerah, sementara untuk sekolah menengah masih dikelola di pusat. Mulai tahun anggaran 2014 rencananya akan ditransfer seperti pada SD," ujar Nuh.

Pada kesempatan itu, Nuh juga menjelaskan soal dana APBN yang selama ini diserahkan ke sekolah-sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Menurutnya, pasca- ditutupnya RSBI berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), pemerintah tetap memberikan bantuan, yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

"Seperti diketahui RSBI sudah 'almarhum' tapi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak boleh berhenti memberikan dukungan sekolah RSBI. Ada atau tidak ada sekolah berstandar internasional, dukungan tidak boleh berhenti. Dukungan sumber dana, sumber daya harus kita lakukan tapi tidak ekslusif kepada RSBI," ujarnya.

Terkait punggutan-punggutan yang selama ini berlaku di RSBI, ia menjelaskan masalah itu harus diselesaikan lewat Komite Sekolah. Forum itu yang membolehkan atau tidak soal punggutan-punggutan tersebut.

"Yang jelas setelah ex RSBI, RSBI itu kembali ke reguler. Ada Komite Sekolah, nah di situ nanti yang akan membahas apa yang diperbolehkan atau tidak," tegasnya.

Suara Pembaruan

Penulis: R-14

Sumber:Suara Pembaruan