BMKG

Jakarta - Masyarakat diimbau untuk tetap melalukan manajemen dan pemanfaatan air secara bijak. Karena Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau tahun 2013 datang lebih awal.

Meskipun menurut BMKG datangnya musim kemarau ini bervariasi di semua wilayah Indonesia, manajemen pemanfaatan sumber daya air harus dilakukan.

Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Mulyono Prabowo mengatakan wilayah Indonesia memang tidak mengalami musim kemarau dan musim hujan pada saat bersamaan.

Secara garis besar menurutnya ada tiga tipe curah hujan yakni monsonal mengalami musim kemarau di tengah tahun dan musim hujan pada akhir atau awal tahun. Selain itu ada juga tipe mengalami puncak musim hujan setahun dua kali yakni Maret dan Oktober serta musim puncak sekali setahun yakni curah hujan di tengah-tengah tahun seperti di Maluku Tengah dan Ambon.

"Sehingga dengan perbedaan tipe musim hujan, untuk Jawa yang akan memasuki musim kemarau ada daerah lain sudah dulu mengalami musim kemarau," katanya di Jakarta, Senin (4/3).

Prabowo menjelaskan ada beberap hal yang perlu diantisipasi dalam skala jangka panjang yakni manajemn pemanfaatan sumber daya air. Untuk wilayah perdesaan, khususnya pertanian diimbau agar pemanfaatan ketersediaan air perlu dilakukan.

Curah hujan tinggi, sebaiknya mulai menanam dan pada saat musim kemarau tiba bertepatan waktu menjelang panen.

Sementara itu untuk daerah perkotaan yang mengandalkan air tanah pemanfaatan air tanah dilakukan seefisien mungkin.

Sebelumnya, dalam perkiraan BMKG sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau pada bulan April, Mei dan Juni 2013. Namun demikian terdapat beberapa daerah di 15 zona musim yang akan mengalami kemarau lebih awal mulai bulan Februari dan Maret 2013.

Secara umum awal musim kemarau di tahun 2013 di 342 zona musim (ZOM) di Indonesia diprakirakan umumnya terjadi pada bulan Mei 2013 di 110 ZOM dan April 2013 sebanyak 96 ZOM.

Sedangkan di beberapa daerah awal musim kemarau yang masuk pada bulan Februari hanya 1 ZOM, Maret 2013 14 ZOM, Juni 2013 77 ZOM, Juli 26 ZOM, Agustus 15 ZOM dan 3 ZOM lainnya terjadi pada bulan September, Oktober dan November.

Sementara sifat hujan musim kemarau 2013 di sebagian besar daerah yaitu 241 ZOM diprakirakan normal dan 65 ZOM atas normal serta bahwa normal 36 ZOM.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)Sutopo Purwo Nugroho menyatakan memang ada beberapa daerah yang diperkirakan musim kemarau lebih cepat datangnya. Secara umum kemarau tahun 2013 diperkirakan normal.

"Untuk antisipasinya, BNPB akan segera menyusun rencana kontinjensi menghadapi kekeringan dan kebakaran lahan dan hutan sesuai dengan kondisi terkini. Peta-peta yang ada diupdate dan semua kementerian lembaga akan dikoordinasikan melakukan apa, dimana dan bagaimana," paparnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun diharapkan menyusun rencana kontinjensi detil sesuai ancamannya, dilakukan rapat koordinasi baik di pusat dan daerah, sosialisasi serta untuk antisipasi kebakaran lahan dan hutan maka teknologi modifikasi cuaca kemungkinan akan dilakukan di daerah-daerah yang terjadi kebakaran lahan dan hutan.

Selain itu, BNPB akan mendistrusikan dana siap pakai untuk siaga darurat dan tanggap darurat mengatasi kekeringan, baik melalui droping air bersih, pompanisasi, pembuatan sumur dan lainnya. BNPB memiliki Rp 250 miliar dana siapa pakai untuk penanganan semua bencana.

Suara Pembaruan

Penulis: R-15

Sumber:Suara Pembaruan