Rumah Sakit--ilustrasi
Untuk mencapai pelayanan yang optimal kepada pasien, perbandingan tempat tidur dengan penduduk seperti kriteria WHO adalah 1:500.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya mengatakan hingga saat ini rumah sakit di Pulau Dewata masih kekurangan 1.900 tempat tidur untuk dapat melayani pasien dengan optimal.

Suarjaya di Denpasar, hari ini, Senin (12/11) menyampaikan bahwa kekurangan tempat tidur itu mengacu pada kriteria badan PBB di bidang kesehatan (WHO), yakni jumlah tempat tidur dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Menurut kriteria WHO, untuk optimalnya pelayanan pada pasien, perbandingan tempat tidur dengan penduduk yakni 1:500.

"Sedangkan jumlah tempat tidur di semua rumah sakit di Bali saat ini baru 4.466. Jadi masih ada kekurangan sekitar 1.900 tempat tidur" katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menambah jumlah tempat tidur khususnya untuk ditempatkan di ruang kelas tiga.

"Kami berharap dengan penambahan itu dapat memberikan pelayanan pada pasien dari masyarakat umum yang kurang mampu karena selama ini pasien di ruang kelas tiga sering membludak," imbuh Suarjaya.

Suarjaya menambahkan, rencana pendirian rumah sakit milik Provinsi Bali, salah satunya juga dilatarbelakangi karena masih adanya kekurangan tempat tidur tersebut. RS Provinsi Bali sedianya akan dibangun untuk 200 kamar.

"Sedangkan kapasitas tempat tidur di setiap rumah sakit daerah di kabupaten/kota di Bali bervariasi," katanya.

Sementara itu Dirut RSUP Sanglah dr Wayan Sutarga menyarankan agar penambahan tempat tidur didekatkan dengan masyarakat.

"Lebih efektif jika semakin banyak puskesmas di daerah kita yang dilengkapi layanan rawat inap sehingga masyarakat tidak harus pergi jauh-jauh ke rumah sakit," ujarnya sambil menyebut kapasitas tempat tidur di RSUP Sanglah sekitar 800.

Menurut dia, tidak setiap orang yang sakit membutuhkan pelayanan yang canggih di RS, tetapi yang paling dibutuhkan masyarakat adanya pelayanan yang terdekat dan sederhana.

Penulis:

Sumber:Antara