Seekor anjing sedang diberi vaksin anti-rabies
"Meski Biak dinyatakan aman Rabies, tetapi jajaran Disnaktan bersama instansi terkait tetap meningkatkan pengawasan …"

Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Tanaman Pangan (Disnaktan) Kabupaten Biak Numfor, Papua, Absalom Rumkorem mengakui, wilayah Biak sekitarnya hingga saat ini masih dinyatakan bebas penyakit gigitan anjing (rabies).

"Meski Biak dinyatakan aman rabies, tetapi jajaran Disnaktan bersama instansi terkait tetap meningkatkan pengawasan masuknya segala jenis hewan dari luar di kawasan pelabuhan, bandara dan tempat strategis lainya," katanya di Biak, Jumat (11/01).

Absalom mengatakan, selama ini yang menjadi kendala dalam pengawasan petugas di lapangan jika hewan ternak hidup tertentu dikirim melalui bandar udara milik TNI, sehingga pemeriksaan dokumen karantina seringkali menjadi hambatan karena tidak dapat menjalankan tugas di area bandara bersangkutan.

Pemeriksaan dokumen karantina kesehatan hewan, menurutnya, sangat vital sebab menjadi tempat utama untuk memeriksa serta mengawasi peredaran ternak hidup yang masuk ke wilayah Biak sekitarnya.

Absalom mengakui, sesuai prosedur aturan setiap hewan ternak yang hidup masuk ke suatu daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilengkapi surat keterangan bebas penyakit ternaik dari karantina daerah pengiriman.

Ketentuan lain yang harus dilengkapi ketika ternak hewan masuk ke wilayah tertentu, lanjut dia, harus melalui pemeriksaan kesehatan laboratorium daerah ternak bersangkutan, sehingga setiap hewan yang dikirim benar-benar sehat dan tidak tercemar penyakit hewan berbahaya.

"Untuk menjaga Biak tetap aman dari berbagai penyakit ternak perlu dilakukan pengawasan ketat terhadap masuknya hewan ternak ke wilayah ini, ya dengan cara inilah kedepan Biak tetap aman dari ancaman penyakit ternak berbahaya," imbuh Absalom.

Hingga 2013 Pemkab Biak melalui Dinas Peternakan masih mempunyai satuan tugas pengendalian dan pengawasan hewan ternak berbahaya dan melibatkan Kepolisian, Karantina Pertanian serta Dinas Peternakan dan Pertanian Tanaman Pangan.
 

Penulis: