Ilustrasi peretasan komputer.

Washington - Federal Reserve AS, Rabu (6/2) waktu setempat, mengakui sistem komputernya diakses oleh para peretas (hacker) tetapi mengatakan kejadian tersebut tidak mempengaruhi "operasi penting" bank sentral.
 
Pengakuan itu terjadi beberapa hari setelah kelompok peretas yang dikenal sebagai Anonymous mengklaim telah menempatkan informasi pribadi dari sekitar 4.000 bankir, konon diperoleh dari Fed.

"Sistem Federal Reserve menyadari informasi itu diperoleh dengan mengeksploitasi kerentanan sementara di situs produk vendor," seorang juru bicara Federal Reserve mengatakan dalam sebuah pernyataan menanggapi sebuah permintaan AFP.

"Kerentanan itu telah diperbaiki, tak lama setelah penemuan dan tidak lagi merupakan masalah. Kejadian ini tidak memengaruhi operasi penting dari Sistem Federal Reserve."

Pada Senin (4/2), sebuah akun Twitter terkait Anonymous yang disebut Operation Last Resort,  dalam kicauannya mengklaim telah memperoleh dan mengirim "4k banker d0x melalui Fed."

Kelompok ini menyatakan, pihaknya mengambil tindakan tersebut sebagai respon atas peristiwa bunuh diri Aaron Swartz pada bulan lalu, seorang advokat kebebasan internet yang dituntut untuk jutaan unduhan ilegal artikel jurnal akademis yang diduga direncanakan akan didistribusikan secara gratis.

"Tragedi ini merupakan dasar bagi reformasi undang-undang kejahatan komputer, dan jaksa yang terlalu bersemangat," akun Twitter menyatakan.

Peristiwa itu terjadi setelah Departemen Energi AS menegaskan pihaknya menjadi target serangan cyber pada Januari, yang mencuri data karyawan dan kontraktor.

Berita itu juga muncul setelah terungkapnya serangan cyber profil tinggi yang menargetkan media berita AS termasuk The New York Times dan The Wall Street Journal yang dikatakan berasal dari China.

Penulis:

Sumber:AFP, Antara