Suasana penghitungan suara dalam pilkada NTT di Kupang, Senin (18/3)

Jakarta - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengatakan, pihaknya akan melakukan gugatan terhadap hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) NTT ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan tersebut penting dilakukan karena masih terdapat beberapa kejanggalan dari proses Pilkada NTT.

"Kami akan membuktikan kebenaran data (kejanggalan) kami untuk dilanjutkan ke MK," kata Melki dalam pesan singkatnya kepada SP di Jakarta, Selasa (26/3).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT akan melakukan penetapan pleno hasil pilkada pada Rabu (27/3). Pilkada NTT bakal berlangsung dua putaran. Karena tidak ada satu pasang calon gubernur (cagub) dan cawagub yang mencapai 30 persen suara.

"Kami masih cek lagi perbedaan data terkait suara masing-masing paket, kejanggalan perolehan suara paket tertentu dan proses penyelenggaraan Pilkada NTT di pleno KPU NTT, besok," ujar Melki.

Pasangan Frans Lebu Raya-Benny Litelnoni (Frenly), dan Esthon Foenay-Paulus Tallo (Esthon-Paul) yang finis divurutan pertama dan kedua, berhak melaju ke putaran kedua yang diagendakan 25 Mei 2013.

Hasil pleno KPU Kabupaten Kupang yang dipimpin Ketua KPU Kabupaten Kupang, Hans Ch. Louk, di Aula Gereja Elim, Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, pasangan Esthon-Paul memperoleh suara 67.643 (44,36 persen), Tunas 59.957 (39,32 persen), Cristal 3.427 (2,25 persen), Frenly 15.770 (10,34 persen), dan BKH-Nope 5.703 (3,74 persen).

Dengan hasil pleno tersebut, secara akumulatif perolehan suara lima pasangan calon sesuai pleno 21 KPU kabupaten/kota di NTT adalah, Esthon-Paul 515.872 (22,56 persen), Tunas 514.171 (22,49), Cristal 332.587 (14,54), Frenly 681.303 (29,80) dan BKH-Nope 242.680 (10,61).

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/FMB

Sumber:Suara Pembaruan