Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menko Kesra, Agung Laksono.

Jakarta - Menteri Kordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono menyatakan kematian di Tambrauw Papua Barat bukan kematian massal namun karena penyakit yang menjangkiti masyarakat.

"Itu bukan massal," kata Agung Laksono di kompleks kantor presiden, Jakarta, Rabu (3/4).

Oleh karena itu Agung menegaskan perlu kepekaan dan tindak lanjut yang cepat dari aparatur daerah mengenai hal-hal seperti ini. Wabah penyakit kata dia seharusnya tak hanya ditangani namun juga dicegah.

"Sedang dikaji lebih jauh, infrastruktur menjadi penghambat, jangkauan menjadi terbatas. Pemerintah kabupaten setempat seharusnya proaktif mengatasi masalah tersebut," imbuhnya.

Kemenkokesra sendiri sudah mendapatkan klarifikasi dari Kabag Kesra Maklon Mainolo dan Kepala Dinas Kesehatan Tambrauw Petrus T, bahwa memang terjadi wabah di kampung Koosefo, Jok Bijoker dengan korban kebanyakan anak-anak berjumlah 15 orang mulai bulan Oktober tahun lalu hingga bulan ini.

Selain itu adapula yang meninggal karena gizi buruk. Angka kematian menurut Dinas Kesehatan tidak sampai 95 orang seperti yang dipublikasikan Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN).

Melalui laporan kepada kementerian, Dinas Kesehatan menyatakan sudah melakukan langkah-langkah antara lain masyarakat kampung Jok Bijoker Kabupaten Tambrauw sudah dipindahkan ke kampung Bikar untuk mempermudah penanganan.

Kemudian sudah ada pengiriman dua orang tenaga medis dan obat-obatan serta bahan makanan.
Pengiriman obat-obatan dan makanan dilakukan dengan menggunakan helikopter karena untuk menjangkau lokasi diperlukan waktu tiga sampai empat hari dengan kondisi jalan setapak.

Pemerintah provinsi menurut laporan tersebut memantau perkembangan kasus ini.

Penulis: Ezra Sihite/YUD