Ilustrasi pesan singkat lewat ponsel.

Jakarta - Pada periode 16 hingga 31 Maret 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima 6.426 pengaduan masyarakat baik melalui pesan elektronik (SMS) maupun PO BOX 9949.

Perihal pengaduan beragam namun kali ini kebanyakan soal keprihatinan masyarakat mengenai berbagai tindak kekerasan yang terjadi di Indonesia.

Keprihatinan masyarakat seputar kekerasan antara lain mengenai peristiwa penyerangan LP Cebongan, pengeroyokan Kapolses Dolok Pardamean, Sumatera Utara, selain itu adapula kekerasan terhadap aparat di Ulee Kareng, Banda Aceh yang menyebabkan kematian.

Kemudian masyarakat juga menyampaikan keprihatinan mengenai pembakaran kantor instansi pemerintah di Palopo, Sulawesi Selatan, terkait pilkada.

Masyarakat juga meminta agar Kepolisian lebih profesional dalam menindak kasus-kasus kejahatan.

Tak hanya soal kekerasan, pengaduan juga berupa dukungan kepada pemerintah agar pemberantasan korupsi dan narkotika dijalankan dan pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya. Adapula permintaan perlindungan hukum terhadap perkara-perkara yang dialami masyarakat dan sudah terjadi tahunan.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Sosial, sebagaimana dikutip dan dirilis dalam situas resmi Sekretariat Kabinet ,menyampaikan  bahwa selain hal diatas pengaduan masyarakat soal kesejahteraan sosial juga masih terus ada antara lain pelayanan kesehatan dan penyediaan beras miskin (raskin).

“Masyarakat berharap agar ada peningkatan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit,” kata Sardan Marbun melalui rilis, Jumat (5/4) malam.

Rakyat, kata dia, terus berharap pemerintah bisa menghasilkan dan mengefektifkan program-program yang pro rakyat.

Dalam minggu ketiga dan keempat Maret, presiden menerima 6.379 pengaduan melalui sms dan 47 surat melalui PO BOX.

Hingga akhir Maret sejak Juni 2005 dimulainya kabinet pemerintahan SBY, presiden sudah menerima 3.442.578 sms, 113.673 surat melalui PO BOX 9949 JKT 10000.

Penulis: Ezra Natalyn/FEB