Buruh pabrik berjalan menembus genangan air di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Jakarta - Memasuki masa transisi musim penghujan menuju kemarau, sejumlah daerah di Tanah Air dilanda musibah banjir dan tanah longsor.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) mengungkapkan bahwa hingga Senin (8/4), sebanyak 11 daerah di Indonesia mengalami bencana tersebut. Yakni, di Kabupaten Bandung (Jabar), Kabupaten Bojonegoro (Jatim), Kabupaten Garut (Jabar), Kota Madiun (Jatim), Kabupaten Tuban (Jatim), Kabuptan Sampang (Jatim), Kabupaten Pasuruan (Jatim), Kabupaten Mamuju Utara (Sulbar), Kepulauan Mentawai (Sumbar), Pandeglang (Banten), dan beberapa kabupaten di Provinsi Aceh.

"Banjir masih terjadi pada Sabtu (6/4) hingga Senin (8/4). Banjir terjadi akibat hujan deras dan berdurasi cukup lama," ujar Kepala Pusat data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam pesan singkatnya kepada Beritasatu.com, Senin (8/4).

Sutopo menjelaskan bahwa banjir di Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, menyebabkan seorang nenek, Karmi (70), meninggal dunia, akibat hanyut di Sungai Jabon.

Sedangkan di Kecamatan Soko dan Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, banjir merendam sebanyak 450 rumah akibat meluapnya sungai Bengawan Solo. Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di Kota Madiun. Di mana banjir merendam lebih dari 500 rumah warga.

Sementara itu, banjir di Kabupaten Aceh Barat mengakibatkan sebanyak 12.314 KK atau 47.579 jiwa yang berasal dari 10 kecamatan atau 108 desa terendam banjir. "Sebagian warga sudah kembali ke rumah dan beraktifitas seperti biasa," kata Sutopo.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk kesekian kalinya, banjir kembali melanda Kabupaten Bandung yang meliputi Kecamatan Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Majalaya, Katapang, Cangkuang, dan Banjaran.

"Banjir terjadi sejak Sabtu (6/4) hingga sebagian sekarang. Tinggi banjir 50 - 200 sentimeter. Pengungsi mencapai 945 KK (3.550 jiwa) yang terdapat balita 169 jiwa, lansia 54 jiwa dan Ibu hamil 7 jiwa. Saat ini sebagian sudah surut dan masyarakat kembali ke rumahnya," jelas Sutopo.

Selain itu, banjir dan longsor juga terjadi di kecamatan Labuan, Patia, Mandalawangi, dan Teluk Kab Pandeglang, Banten pada Sabtu (6/4) pukul 18.00 Wib. Akibatnya sebanyal 1.400 KK terendam banjir, 12 rumah tertimbun longsor dan 2 jembatan rusak. Beruntung tak ada korban jiwa dalam musibah nahas tersebut.

"BPBD bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat bencana. Posko tanggap darurat, dapur umum, dan distribusi bantuan disalurkan kpada korban bencana," pungkas Sutopo.

 

Investor Daily

Penulis: RIS

Sumber:Investor Daily