Maruarar, Puspayoga, dan Jokowi saat kampanye untuk pasangan pilkada Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan di Bali, Minggu (5/5).

Jakarta - PDI Perjuangan meyakini pasangan Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan yang diusung di pilkada Bali akan memenangi pertarungan pada pemungutan suara pada 15 Mei mendatang. Keyakinan itu didasarkan pada tingginya tingkat antusiasme publik terhadap pasangan yang dinilai akan membawa perbaikan nasib warga Bali itu.

"Dengan kerja keras serta komitmen pasangan Puspayoga-Sukrawan, kami optimistis bisa memenangkan pilkada Bali," kata Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemuda dan Olah Raga, Maruarar Sirait, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (6/5).

Maruarar berada di Bali untuk turut dalam kampanye pemenangan pasangan Puspayoga-Sukrawan.

Tingginya antusiasme publik terhadap pasangan itu semakin meningkat setelah hampir semua petinggi partai itu datang ke Bali untuk berkampanye bagi Puspayoga-Sukrawan. Salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, juga ke Bali untuk berkampanye membantu pasangan tersebut beberapa waktu lalu, dan disambut antusiasme warga Bali.

"Semua berkumpul. Tentara, polisi, warga, semuanya minta foto bareng. Antusiasmenya luar biasa," jelas Maruarar.

Saat berkampanye, Jokowi disebut menyatakan bahwa dirinya memilih Puspayoga-Sukrawan karena jujur dan sederhana. Pasangan itupun dinilai Jokowi mengedepankan pemerataan perekonomian masyarakat di Bali, sekaligus berkomitmen mempertahankankan kultur dan bahasa Bali.

"Puspayoga-Sukrawan memang berkomitmen bahwa kultur dan bahasa Bali harus dijaga dan dimasukkan ke kurikulum yang ada," ujar Maruarar.

Rencananya, lanjut dia, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan hadir dalam kampanye pasangan Puspayoga-Sukrawan di Bali, hari ini.

"Kami sudah mendatangkan Jokowi. Hari ini Ibu Mega datang ke bali. Jadi kami full team di Bali, walau kami dikeroyok banyak partai," tandas Maruarar.

Lawan utama pasangan itu adalah calon incumbent Made Mangku Pastika-Sudikerta, yang diusung oleh sembilan parpol, yakni Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, Hanura, PKBP, Pakar Pangan, PKPI, dan PAN.

Penulis: PR/ Markus Junianto Sihaloho/NAD