Wakil Ketua Komisi I, Tubagus Hasanuddin

Jakarta - Indonesia dikepung beberapa negara yang rentan mendukung gerakan memerdekakan tanah Papua dari Indonesia. Pemerintah diharap bersikap tegas dalam diplomasinya.

Seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Pertahanan dan Luar Negeri DPR Tubagus Hasanuddin, bukan hanya Jerman dan Inggris yang belakangan membuka perwakilan OPM di negara mereka. Namun tantangan juga datang dari beberapa negara lain di kawasan Asia Pasifik.

Tak mengherankan bila kemudian pentolan gerakan itu, Benny Wenda, bisa muncul berpidato di Australia.

"Kita dikepung. Lihat saja, nanti Australia, lalu Papua Nugini, Palau, dan Selandia Baru juga," kata Hasanuddin, Politisi asal PDI Perjuangan, di Jakarta, Senin (13/5).

Mantan Sekretaris Militer Kepresidenan itu menyatakan pihaknya mendorong keras agar Pemerintah memprotes tindakan-tindakan negara asing mendukung gerakan pemerdekaan Papua.

"Kalau perlu Presiden RI melakukan protes, atau datang saja ke Inggris, Jerman, dan lain-lain. Ya, roadshow memprotesnya," kata Hasanuddin.

Setelah ribut karena Jerman dan Inggris membiarkan OPM membuka kantor perwakilan, satu negara lagi yakni Australia diprotes karena membiarkan Benny Wenda berpidato soal kemerdekaan Papua di negeri itu.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/NAD