Ilustrasi petani Indonesia bekerja di sawah.

Badung - Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) Leonardo Sambodo meninjau "One Village One Product" (OVOP) Asparagus Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.

"Asparagus Petang menjadi komoditi pertanian unggulan yang mutunya diakui sebagai terbaik di Indonesia," kata I Ketut Karpiana, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Kabupaten Badung.

Saat mengantar tim Bapenas itu meninjau pertanian Asparagus di Desa Plaga, dia mengatakan, kedatangan tim bertujuan untuk mengecek program Kementerian Koperasi dan UKM terkait dengan bantuan pusat yang telah diterima Koperasi Tani Mertanadi sebagai pengelola OVOP.

Tim Bappenas melihat secara langsung aktivitas Koperasi Tani Mertanadi dalam mengumpulkan produk OVOP dari petani berupa sayuran seperti asparagus, terong ungu, brokoli, pare putih dan tomat.

Selain itu juga meninjau usaha pembibitan dan perkebunan asparagus.

Leonardo Sambodo memberikan apresiasi terhadap perkembangan sektor pertanian di Badung Utara, khususnya menyangkut asparagus.

Pihaknya yakin dana bantuan yang diterima dari pemerintah pusat sudah dimanfaatkan dengan baik oleh Koperasi Tani Mertanadi.

Hal itu dapat dilihat dari aktivitas koperasi yang begitu tinggi dan pemasaran hasil produksi hingga sampai ke luar negeri.

Ia mengharapkan pengembangan komoditi pertanian asparagus dan sayur mayur lebih diintensifkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sangat luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

I Ketut Karpiana menjelaskan, pertanian asparagus di desa Plaga telah berkembang dengan baik. Setidaknya saat ini luas areal asparagus mencapai 45 hektare.

Pertanian asparagus Plaga sangat menjanjikan bagi masyarakat, mengingat permintaan asparagus dari konsumen cukup besar dan harganyapun tinggi sehingga petani berlomba-lomba untuk mengembangkan asparagus.

Melalui program OVOP Koperasi Tani Mertanadi meraih prestasi tingkat nasional pada tahun 2012 sebagai penggiat OVOP.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:ANT