Pasangan cagub dan cawagub Jateng nomor urut dua Bibit Waluyo (kiri) dan Sudijono Sastroatmodjo (kanan)

Semarang - Bibit Waluyo mengakui kemenangan sementara Ganjar Pranowo yang unggul berdasarkan hitung cepat tiga lembaga survei.

"Semoga dengan semangat mudanya itu (Ganjar, Red) bisa memimpin Jawa Tengah dengan lebih baik lagi," ujarnya, Minggu (26/5), usai menyaksikan hasil hitung cepat yang mengunggulkan pasangan Ganjar-Heru.

Lebih lanjut calon petahana ini mengatakan, "Kalau ditanya soal bagaimana hasil pilgub ini, ya saya mengatakan itulah hasil terbaik. Dan saya sendiri telah berusaha dengan maksimal dengan partai. Kalau hasilnya seperti ini, ya itulah hasil kerja kami selama ini, sampai segitu saja," ujarnya.

Hal serupa juga dilakukan Hadi Prabowo (HP). Cagub nomor urut satu yang diusung koalisi enam parpol mengucapkan selamat kepada Ganjar.

Dia mengaku legawa (menerima dengan lapang dada, red). Namun meski begitu, Hadi tetap masih menunggu keputusan perhitungan suara dari KPU.

"Kita tetap masih menunggu perhitungan dari KPU, namun karena perhitungan suara cepat sudah terlampau jauh, saya sudah merasa legawa, dan hasil itu adalah yang terbaik," imbuhnya.

Hadi yang dibawa enam partai politik itu, juga menyampaikan kepada siapa pun yang menang dalam pilgub Jateng ini, dapat membawa perubahan bagi Jawa Tengah. Serta dapat membawa kemajuan yang lebih bagus dan sejahtera bagi rakyatnya.

"Semoga Pak Ganjar yang membawa perubahan, bisa betul-betul membawa Jawa Tengah menjadi lebih baik dan sejahtera," ujarnya.

 

Pengulangan Kemenangan Bibit-Rustri

Kemenangan Ganjar-Heru itu dinilai pengamat politik sebagai "pengulangan" kemenangan Bibit-Rustri pada Pilgub 2008 silam.

"Kemenangan Ganjar tak terlalu mengejutkan, karena mereka menang bukan karena popularitas, namun karena mesin partai yang bekerja maksimal. Dominasi PDIP masih sangat kuat di Jateng. Itu lima tahun silam yang terjadi pada Bibit-Rustri," ujar pengamat politik dari Undip, Susilo Utomo.

Menurutnya, kekalahan Bibit terjadi karena hanya mengandalkan popularitas sebagai petahana, tak didukung oleh kerja mesin partai. "Mesin partai tak bekerja maksimal karena ibarat mobil, mesin partai tak dibekali bensin yang cukup. Dana yang diberikan Bibit sangat kurang, sehingga mesin partai enggan bekerja maksimal," ujarnya.

Sedangkan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) justru menilai, kemenangan Ganjar justru mengejutkan. Ini dikarenakan dalam survei, Bibit Waluyo selalu unggul atas Ganjar.

"Perubahan terjadi pada minggu-minggu terakhir, karena rupanya telah terjadi perubahan peta politik," kata Setia Darma, Manajer Riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Minggu (26/5) pada konferensi pers penghitungan sementara quick count pilgub Jateng 2013 di Hotel Santika Premiere.

"Tapi hal itu wajar jika melihat mesin politik mereka berbeda, di mana Ganjar memiliki mesin politik yang lebih militan, ketimbang Bibit di mana salah satu perahunya yakni Partai Demokrat sedang gonjang-ganjing, dan terlebih terbukti pasangan Ganjar-Heru mendominasi di seluruh zona Jateng," tutupnya.

Suara Pembaruan

Penulis: 142

Sumber:Suara Pembaruan