Ilustrasi

Banda Aceh - Korban penculikan enam pria bersenjata yang menimpa seorang karyawan PT Medco E&P Malaka, warga berkebangsaan Skotlandia, Ingris Malcomi Primerose (60), telah ditemukan seorang satpam perusahaan perkebunan sawit di kawasan perdalaman kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhajir, mengatakan korban penculikan warga Skotlandia, Ingris Malcomi Primerose (60) sudah ditemukan di kawasan perkebunan di Kecamatan Peureulak pada Kamis (13/6) pukul 07.30 WIB pagi tadi.

Saat ini, AKBP Muhajir bersama Kapolda Aceh, Irjen Herman Efendi sedang menuju ke lokasi untuk menjemput korban. Sementara pelaku penculikan masih dikejar.

Korban yang diculik oleh enam pria bersenjata di kawasan Dusun Simpang Palang, Desa Lubuk Pimping, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur ketika.

Penculikan itu terjadi pada Selasa (11/6) pukul 11.00 WIB saat korban sedang berjalan bersama sopir bernama Dania Arani (40) menuju lokasi pengeboran di Matang Satu, Blang Simpo.

Sesampai di kawasan itu, laju kendaraan milik mereka tiba-tiba diberhentikan para pria bersenjata laras panjang dan pendek. Pelaku disebut-sebut sempat melepaskan tembakan beberapa kali ke udara ketika memberhentikan kendaraan korban.

Setelah memberhentikan mobil korban, pelaku mengikat sopir dan meninggalkannya di mobil. Sedangkan Maclomi Primerose dibawa ke arah Desa Simpang Klit, Kecamatan Ranto Peureulak, menggunakan mobil Avanza hitam tanpa nomor polisi.

Pascakejadian, aparat kepolisian bersama TNI melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang dicurigai untuk mencari korban. Bahkan sempat beredar kabar pelaku meminta sejumlah uang tebusan.

Namun karena tidak memiliki ruang dan akhirnyaa korban ditinggalkan begitu saja di kawasan kebun dan diamankan oleh seorang satpam PT Wiraperca. Saat ini korban sedang dibawa ke Polres Aceh Timur.

Sebelumnya, Public Affair Lead PT Medco E&P Malaka, Akhyar menyebutkan bahwa karyawan PT Medco yang diculik telah ditemukan, korban yang bekerja pada sub-kontraktor Medco telah hilang kontak sejak pukul 11.00 WIB, Selasa siang.

Kasus ini kemudian dilaporkan kepada polisi dan juga kepada pemerintah setempat untuk dilakukan upaya pencarian. Pihak perusahaan berharap agar kasus yang menimpa karyawan PT Medco tidak terulang lagi dan semua pihak bisa menjamin keamanan para pekerja di Aceh.

Suara Pembaruan

Penulis: 147

Sumber:Suara Pembaruan