Meneg BUMN Dahlan Iskan (kiri) berkeliling pelabuhan ketika peluncuran kapal roro Portlink di Dermaga 3 Pelabuhan Merak, Banten, Senin (10/6).

Merak - Kapal Motor Penumpang (KMP) Port Link yang baru diluncurkan Senin (10/9) lalu ternyata tak berdaya ketika menghadapi ganasnya gelombang di Perairan Selat Sunda.

KMP yang menjadi kebanggaan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry itu gagal sandar di di dermaga Pelabuhan Bakauheni.

Derasnya arus air laut dan gelombang membuat kapal yang memiliki panjang 122 meter dan lebar 21 meter tersebut tidak bisa diharapkan seperti kapal roll on roll off (roro) lainnya ketika menghadapi kondisi cuaca ekstrim.

Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Merak Endi Prasetio mengatakan, cuaca ekstrim yang terjadi di Pelabuhan Merak, mengakibatkan kapal-kapal berkapasitas kecil tidak berani untuk melakukan aktivitas bongkar muat penumpang. Sehingga kapal-kapal tersebut tidak melakukan pelayaran.

"Kami berharap cuaca cepat kembali normal sehingga kapal-kapal berkapasitas kecil bisa beroperasi," kata Endi, Kamis (13/6).

Endi menambahkan, akibat cuaca ektrim itu juga kapal besar seperti KMP Port Link mengalami gagal sandar di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Untuk itu, Endi mengaku akan berhati-hati dalam memberikan izin berlayar kepada kapal-kapal yang akan beroperasi, untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Informasinya KMP Port Link juga mengalami gagal sandar di Bakaeuni," tambahnya.

Endi juga melanjutkan, akan melakukan perbaikan jadwal kapal. Sebab, KMP Port Link diakui telah mengganggu jadwal kapal lainnya. Hal itu dikarenakan, KMP Port Link belum dapat menyesuaikan pengoperasianya dengan dermaga yang ada di Pelabuhan Merak.

"KMP Port Link ini jadwal bongkarnya lebih lama, jadi kami akan segera kembali melakukan perbaikan jadwal agar tidak mengganggu kapal lainnya," ujarnya.

Endi berharap, cuaca di Pelabuhan Merak dapat kembali normal sehingga dapat menambah armada kapal untuk dapat beroperasi kembali, dan dapat mengurai antrean kendaraan yang terjadi saat ini.

"Saat ini ada 24 kapal yang beroperasi, namun karena cuaca kurang baik, kapal-kapal itu kesulitan bersandar," jelasnya.

Suara Pembaruan

Penulis: 149/YUD

Sumber:Suara Pembaruan