Sejumlah warga berdoa bersama sejumlah pesepeda kemanusiaan warga muslim Syiah dari Sampang, yang melakukan aksi di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (18/6) malam.

Jakarta-Pihak Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang diwakili oleh Dr. Albert Hasibuan.S.H menemui warga Syiah korban kekerasan Sampang dengan didampingi oleh pihak Kontras yang diwakili oleh Haris Azhar pada Senin (1/7) di Gedung Wantimpres, Jakarta.

Pertemuan tertutup tersebut bertujuan untuk mediasi antara pihak pemerintah lewat Wantimpres dengan para korban kekerasan di Sampang.

"Mereka ingin bertemu dengan Presiden untuk mendapatkan perlindungan hukum dan menyampaikan aspirasi mereka" ujar Hariz Azhar dari Kontras ketika konferensi pers yang awalnya sempat tertunda Senin (1/7).

Haris Azhari mengindikasikan adanya campur tangan pemerintah daerah yang memfasilitasi pihak non-Syiah untuk melakukan tindak kekerasan terhadap pihak komunitas Syiah di Sampang

"Kami tidak akan meminta banyak dan mengungkit masa lalu, kami hanya ingin bertemu Presiden dan berkeyakinan dengan bebas dengan kami berlindung pada Presiden", ujar Muhammad Rosyid, komunitas Syiah, masyarakat Sampang

Dr. Albert Hasibuan berjanji akan bermediasi dengan presiden yang saat ini sedang berada di Jawa Timur tentang bagaimana hak-hak warga Syiah di Sampang untuk berkeyakinan dengan bebas sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Para korban kekerasan dari komunitas Syiah meminta perlindungan Presiden karena mereka sudah tidak percaya dengan aparat hukum daerah setempat dan ingin dipulangkan ke rumah masing-masing dengan jaminan keamanan dan perlindungan aset yang sudah terbakar.

Penulis: Firman Fernando/FMB