Sejumlah warga korban gempa berada ditempat pengungsian sementara di Desa Blang Mancom, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Senin (2/7).

Banda Aceh - Penyaluran bantuan masa tanggap darurat kepada korban gempa di Aceh Tengah dan Benar Meriah masih beum merata. Bantuan yang disalurkan oleh pemerintah setempat dan provinsi lebih fokus pada daerah terparah seperti Kecamatan Ketol di Aceh Tengah dan Weh Pesam di Benar Meriah.  Padahal korban gempa hampir merata terjadi di kedua kabupaten itu. Bahkan sejumlah korban yang rumahnya hancur dan rata dengan tangah di kecamatan lain kurang mendapat perhatian. Mereka harus menggelarkan tenda plastik ala kadarnya yang diambil dari puing-puing reruntuhan.

Fitri (35) warga Lampahan, salah satu korban di kawasan yang terparah, menyebutkan warga di kecamatannya kekurangan bantuan pangan. Sehingga bantuan yang ada sekarang hanya diberikan untuk anak-anak.

Ia menambahkan bantuan yang sangat dibutuhkan adalah tenda, dan selimut tebal sebab daerah dataran tinggi Gayo, tempat ia tinggal, berada dikawasan pergunungan dan udaranya dingin.

Keluhan serupa juga diungkapkan Rohani (35) warga Desa Ketol. Menurutnya para korban gempa sangat butuh bantuan seperti obat, makanan, air bersih, dan tenda yang sampai saat ini belum mereka peroleh.

Menurut Rohani, semua bantuan yang telah disalurkan itu dibawa ke desa Blang Mancung, sedangkan mereka terpaksa harus tidur di tenda yang dibangun di depan rumah yang telah hancur bahkan ada warga yang terpaksa menyetop mobil bantuan dari Bireuen dan memaksa para pengangkut bantuan itu memberikan tenda kepada mereka.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Nurdin F. Joes, mengatakan bantuan dari Pemerintah Aceh untuk korban gempa di Bener Meriah telah sampai di lokasi pada Rabu kemarin. Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 1,5 ton, mie instan 210 dus, air mineral 210 dus, minyak makan 180 kilogram, sarden 240 buah, sambal 240 botol, dan gula 1.050 kilogram. Bantuan lainnya berupa kecap 240 buah, selimut 200 lembar, kelambu 189 lembar, handuk 300 lembar, baju daster 350 lembar, pembalut dua kotak, pampers empat kotak, mukena 150 lembar, tikar 200 lembar, dan matras 150 lembar.

 

-

Suara Pembaruan

Penulis: 147/AF

Sumber:Suara Pembaruan