BeritaSatu.com

Hidup Anda bisa seindah pelangi
Jika Anda pandai mewarnai.
Kami datang setiap hitungan detik,
membawa aneka ragam informasi.

Beritasatu.com mewarnai hidup Anda
dengan informasi aktual-penuh makna.
Beritasatu.com sumber informasi terpercaya.
Close

    Advetorial

    Kamis, 11 Juli 2013 | 11:59
    Email

    Puncak Peringatan Harkopnas Tetap 12 Juli di Mataram

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyampaikan sambutannya pada acara puncak peringatan ke-66 Hari Koperasi Nasional Tahun 2013 di Halaman Kantor Gubernur Bumi Gora, Mataram, NTB, Jumat (12/7).
    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyampaikan sambutannya pada acara puncak peringatan ke-66 Hari Koperasi Nasional Tahun 2013 di Halaman Kantor Gubernur Bumi Gora, Mataram, NTB, Jumat (12/7).

    Jakarta - Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-66 pada tahun ini dipusatkan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski bertepatan dengan ibadah puasa pada bulan suci Ramadan, puncak peringatan Harkopnas tetap diselenggarakan pada 12 Juli 2013.

    Sebelumnya memang ada wacana untuk mempercepat peringatan Harkopnas. Namun, panitia pusat bersama panitia daerah sepakat tidak ada pengunduran jadwal dan tetap menghargai Hari Jadi Koperasi 12 Juli.

    Menurut Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Setyo Heriyanto, acara puncak peringatan Harkopnas 2013 sudah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, sehingga tanggal perayaan tidak diganti atau dimajukan.

    Supaya peserta yang menjalankan ibadah puasa tidak terganggu, puncak perayaan atau seremonial dimulai pukul 15.00 Wita, dan diakhiri menjelang berbuka puasa. Dengan jadwal seperti itu, perayaan bisa dilaksanakan bertepatan dengan Hari Jadi Koperasi.

    ”Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan hadir pada acara puncak Harkopnas 2013. Selain melibatkan Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Kelembagaan, unsur kepanitiaan juga melibatkan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), serta panitia lokal,” kata Setyo di Jakarta, baru-baru ini.

    Sejumlah acara telah disiapkan dan dilaksanakan sebagai pendahulu Harkopnas 2013, di antaranya Harkopnas Expo, pasar rakyat, serta acara lainnya yang dipusatkan di bekas halaman kantor bupati Lombok Barat, NTB.

    Agenda lain yang tidak kalah penting adalah seminar perkoperasian bagi seluruh masyarakat maupun pegiat koperasi yang dikaitkan dengan sosialiasi Undang-Undang Koperasi Nomor 17 Tahun 2012 sebagai pengganti peraturan lama, yakni Undang-Undang Koperasi Nomor 25 Tahun 1992.

    “Sosialiasi masih diperlukan karena kelahiran undang-undnag tersebut masih baru. Dan masih banyak agenda lain dilaksanakan untuk menyemarakkan peringatan Harkopnas 2013 di Mataram, NTB,” papar Setyo Heriyanto.

    Acara yang melibatkan masyarakat luas adalah fun bike atau bersepeda gembira pada 30 Juni 2013. Seluruh rangkaian acara untuk menyemarakkan Harkopnas 2013 dipersiapkan panitia daerah, namun tetap didukung Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dekopin.

    Menurut Setyo, sosialisasi UU 17/2012 memiliki satu tujuan, yakni memberikan pemahaman tentang perkoperasian. Oleh karena itu, sasaran utamanya adalah pembina masyarakat. Harapannya, aparat pembina di provinsi, kabupaten, dan kota, serta gerakan koperasi, bersama-sama mendorong pertumbuhan dan perkembangan koperasi agar sehat, kuat, mandiri dan tangguh, menghadapi tantangan perekonomian masa depan.

    Meski demikian, tetap berpedoman pada nilai-nilai dan prinsip jati diri koperasi. Yang pasti, lahirnya undang-undang perkoperasian terbaru, untuk meningkatkan kapasitas pegiat koperasi di seluruh Indonesia untuk mengatasi berbagai kendala.

    “Itu sebabnya sosialiasi menjadi sangat strategis dan bermanfaat untuk selanjutnya disosialisasikan kembali kepada seluruh insan koperasi, sehingga bisa menjadi dasar mengolah organisasi dan usaha dengan baik dan profesional,” kata Setyo.

    Berdasarkan semangat profesionalisme, pemerintah kini menetapkan hanya empat jenis koperasi di Indonesia, dari sebelumnya lima kategori. Empat jenis koperasi yang tetap diakui adalah koperasi jasa, konsumen, produksi, dan simpan pinjam. Sedangkan satu jenis koperasi yang dihilangkan adalah koperasi serba-usaha.

    Penulis: A-16/AB Sumber:PR