Menteri PU Lakukan Pengisian Awal Bendungan Jatibarang

Menteri PU Lakukan Pengisian Awal Bendungan Jatibarang
Menteri PU Djoko Kirmanto (tengah) bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana Imam Santoso (kanan) menyaksikan bangunan Waduk Jatibarang, pada peresmian pengisian awal air Waduk Jatibarang di Semarang, di Jateng, Senin (5/5). Pengisian air waduk yang dibangun dengan biaya sebesar Rp655 miliar itu membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan pada saat musim kemarau. ( Foto: Antara/R. Rekotomo )
Siprianus Edi Hardum Senin, 5 Mei 2014 | 22:33 WIB

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, melakukan pengisian awal (impounding) Bendungan Jatibarang Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-22, Senin (5/5). Turut mendampingi Djoko dalam acara itu adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, anggota Komisi V DPR, Nusyiwan Soejono, Mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai, Pemali Juana Imam Santoso.

Djoko Kirmanto dalam sambutannya sebagaimana dalam siaran pers yang diterima SP Senin (5/5), mengatakan, Bendungan Jatibarang merupakan salah satu kegiatan pengembangan sarana dan prasarana PU. Keberadaannya sangat diharapkan masyarakat, terutama untuk membantu usaha penanggulangan banjir kota Semarang.

"Hari ini kita saksikan pengisian awal Bendungan Jatibarang sebagai tanda dimulainya pengoperasian Bendungan Jatibarang. Manfaat Bendungan Jatibarang nantinya sebagai pemasok air baku kota Semarang dengan kapasitas tampungan air sebesar 20,4 juta m3 " kata dia.

Dikatakan, pembangunan Bendungan Jatibarang berawal dari terjadinya bencana banjir di kota Semarang tahun 1974, 1988, 1990, dan 1993 pada tahun 1990 menyebabkan korban sebanyak 47 orang. Setelah musibah banjir 1990 pemerintah Indonesia mengajukan permintaan bantuan teknis kepada pemerintah Jepang yang ditindaklanjuti penyusunan master plan dan studi kelayakan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) 1992-1993.

Dikatakan, penyusunan master plan dan studi kelayakan tersebut, yang merekomendasikan perlunya dibangun bendungan serbaguna mengendalikan banjir melalui sungai Kreo, Sungai Garang, dan banjir Kanal Barat.

Disamping itu, untuk mendukung kekurangan pasokan air baku di kota Semarang terutama pada musim kemarau yang terjadi hampir setiap tahun. Menurutnya, sejak 2005 disusun desain rinci yang dilakukan oleh JICA, dan setelah melalui kajian uang tahun 2008.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemalui-Juana menyatakan, Bendungan Jatibarang dirintis pembangunannya sejak 2004 dan menelan dana sebesar Rp 655 miliar.

Bendungan ini kata Imam memiliki daya tampung air sekitar 20,4 juta m3 dan diprediksi memiliki daya tampung sekitar 20,4 juta m3 serta untuk pengendalian banjir kota Semarang dapat direduksi sebesar 170 m3/detik.

Disamping itu, dengan berfungsinya Bendungan tersebut nantinya untuk memasok air baku khususnya kota Semarang barat 1050 ltr/dtk serta untuk pembangkit tenaga mini hidro sebesar 1,5 MW.

Bendungan ini bertipe urugan batu berzona dengan tinggi 74 m, panjang 200 m, panjang 200 m, elevasi puncak 157 m. Dalam pelaksanaannya dikerjakan oleh konsorsium BUMN PT.Brantas Abipraya, PT. Wijaya Karya dan PT. Waskita Karya.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE