Tim sar  mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Kampung Pucang Sawit, Solo,  hujan deras yang mengguyur Solo sekitar 6 jam menyebabkan sungai Bengawan Solo meluap dan mengakibatkan ratusan warga bantaran terpaksa mengungsi akibat rumahnya terendam banjir (2/1/12).FOTO  : ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.
Wilayah-wilayah tersebut adalah Solo, Sragen, Sleman, Yogyakarta, Klaten, Brebes, Nganjuk, Pasuruan, Bungo dan Banjar.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyatakan 10 wilayah di Indonesia mengalami banjir dengan rentang wantu hampir bersamaan. Wilayah-wilayah tersebut adalah Solo, Sragen, Sleman, Yogyakarta, Klaten, Brebes, Nganjuk, Pasuruan, Bungo dan Banjar.

"10 wilayah mengalami banjir secara hampir bersamaan. Akibatnya lebih dari 2.000 rumah terendam," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, banjir disebabkan curah hujan tinggi. Juga akibat jebolnya tanggul. Seperti terjadi di Brebes.

Curah hujan tinggi, lanjutnya, juga menyebabkan banjir lahar dingin.

"Banjir lahar dingin sudah menerjang sejumlah desa di Kabupaten Klaten. Terutama di aliran Kaliworo.

Hingga saat ini, BNPB terus melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah terkait untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.

"BNPB dan BPBD juga tengah melakukan tindakan tanggap darurat di wilayah yang terkena dampak banjir," kata Sutopo.

Dia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghdapi bencana banjir.

"Warga harus tetap tenang dan tidak panik, meskipun harus tetap waspada karena diprediksikan bahwa musim penghujan masih akan terus berlangsung hingga beberapa waktu ke depan," katanya.

Penulis:

Sumber:Antara