Indonesia Juarai Global Innovation Competition 2015

Global Innovation Competition 2015 ()

Oleh: Carla Isati Octama / MUT | Jumat, 17 April 2015 | 08:19 WIB

Jakarta - Perwakilan Indonesia dengan ide "A Voice for Women to Deepen Indonesian Democracy" menjuarai Gold Award dalam kompetisi global tahunan Global Innovation Competition 2015 yang diselenggarakan di Jakarta.

Ide mengenai penggunaan teknologi untuk mendukung dialog berkelanjutan antara pemerintah lokal dan masyarakat khususnya kaum perempuan melalui diskusi tatap muka, seluler, dan sarana online berhasil meyakinkan dewan juri dan mendapatkan dana hibah untuk merealisasikan ide menjadi proyek nyata.

"Pemenang Gold terpilih karena ide dan gagasan mereka sudah siap untuk direalisasikan. Berbeda dengan pemenang Silver yang membutuhkan sedikit bimbingan mungkin sekitar 3-6 bulan dari para ahli agar bisa direalisasikan," ujar pimpinan juri GIC 2015, Sheila Ochugboju, saat ditemui sesuai pengumuman pemenang GIC 2015, Kamis malam (16/04).

Adapun untuk pemenang Bronze Award, menurut Sheila ide-ide mereka sangat bagus. Namun perlu bimbingan dan persiapan yang lebih lama dibandingkan dengan pemenang Golden dan Silver sebelum dapat direalisasikan.

Indonesia tidak sendirian menjadi pemenang di kategori Golden, namun bersama perwakilan dari Mozambik dengan ide Face2Face memperluas dialog lokal di Mozambik, lalu Afrika Selatan dengan gagasan The Citizen Justice Network, Filipina dengan Balangay - A cloud based info system for disaster, serta Nigeria dengan ide BudgIT yang mendorong masyarakat membagi informasi, pelayanan dan data mengenai proyek pelayanan pemerintah.

Adapun finalis dari Pakistan dengan ide "Responsive Governance via Active Youth Engangement", Kenya dengan gagasan "Know Your Rights - M3 Mobile Messaging to the Masses", dan Ghana dengan "Action Voices Ghana" meraih Silver Award.

Untuk Bronze Award dimenangkan oleh finalis asal Bangladesh dengan gagasan "Safe Factories" in Bangladesh dan Indonesia dengan ide "Volunteer Ntework Platform on Climate Change Info".

Di tahun kedua pelaksanaan kompetisi ini, sebanyak 10 peserta dari negara-negara mitra Making "All Voices Count", penyelenggara GIC 2015, hadir mengikuti kegiatan final di Jakarta. Para peserta berasal dari Bangladesh, Ghana, Kenya, Mozambik, Nigeria, Pakistan, Filipina, Afrika Selatan, dan dua finalis yang berasal dari Indonesia.

Pemenang GIC 2015 akan meraih dana hibah total sebesar 300.000 poundsterling dan diberi kesempatan mengubah ide inovatif mereka menjadi kenyataan dalam jangka enam bulan di bawah bimbingan para ahli.

GIC sendiri merupakan kompetisi inovasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan transparansi, memerangi korupsi, pemberdayaan kelompok marjinal, dan mempromosikan tata kelola pemerintahan yang baik di 12 negara Asia Afrika yang menjadi mitra "Making All Voices Count".


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT