Prosesi pemakaman Jenazah Alm. Serma Bambang Winarko yang digelar secara militer di TMP Waena, Jayapura, PapuaSerma Bambang Winarko anggota TNI Korem 172/PWY yang diperbantukan ke Kodim 1702/Jayawijaya meninggal akibat terkena panah dan bacokan dari bentrok antar warga yang terjadi di Pasar Sinakma, Distrik Wamena, Jayawijaya. FOTO:  Anang Budiono/ANTARA
Pertikaian antar kampung itu dipicu perkelahian tukang ojek dan penumpangnya.

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia mengumumkan salah seorang anggotanya tewas saat berusaha melerai sebuah perkelahian di depan Pasar Sinagma, Wamena, Jayawijaya, Papua.

Dalam siaran persnya, Kapuspen TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, yang diterima di Jakarta, hari ini, disebutkan Sersan Mayor (Serma) Bambang akhirnya tewas akibat luka bacok setelah sempat dirawat di RSUD Wamena, Papua.

Kejadian itu berawal perkelahian antara tukang ojek dengan penumpangnya.

Diketahui tukang ojek itu berasal dari warga Kampung Tiom, sementara sang penumpang merupakan warga Kampung Ilegma.

Diketahui sang penumpang yang sedang mabuk tak membayar ongkos ojek, sehingga berujung pada pemukulan oleh si tukang ojek.

Merasa tidak terima atas perlakuan tukang ojek, penumpang ojek pulang ke kampungnya dan tidak lama kemudian kembali ke Pasar Sinagma bersama ratusan warga Ilegma.

Mereka lalu menyerang warga Tiom yang berada di sekitar Pasar Sinagma dengan menggunakan parang dan panah.

Saling serang disertai perusakan terhadap kios-kios yang berada di pasar tersebut pun terjadi.

Almarhum Serma Bambang sedang bertugas saat  itu bersama dengan Sersan Dua (Serda) Adi Budi Santosa, yang merupakan anggota Tim Intel Korem 172/Pwy.

Keduanya berusaha mencegah terjadinya kerusuhan yang lebih besar, namun justru menjadi sasaran kerusuhan amuk warga.

"Serma Bambang terkena bacok di kepalanya, sedangkan Serda Adi mengalami luka terkena panah. Karena luka yang sangat serius, Serma Bambang akhirnya meninggal dunia di RSUD Wamena, sedang Serda Adi kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama," kata Iskandar.

Akibat dari kejadian tersebut, pistol organik Serma Bambang sempat direbut warga, meskipun akhirnya dikembalikan oleh masyarakat ke Kodim 1702/Jayawijaya.

Berdasarkan data dari pihak Mabes TNI, Serma Bambang meninggalkan seorang istri dan  dua orang anak.

Prajurit yang berasal dari Tanah Toraja, Sulawesi Selatan itu sehari-hari dikenal sebagai prajurit yang disiplin, loyal  kepada atasan dan rekan-rekannya, serta dekat dengan masyarakat.

"Pimpinan TNI turut berduka cita atas gugurnya Serma  Bambang dalam pengabdian tugas kepada bangsa dan negara, semoga  keluarga yang ditinggalkan tetap tabah, sabar dan ikhlas menerimanya," kata Iskandar.

Penulis: