Gelar Festival Danau Poso, Cara Yakinkan Poso Aman

Gelar Festival Danau Poso, Cara Yakinkan Poso Aman
Gadis asal Poso bernama Rinda Arifdayanti diam-diam mengincar posisi teratas di ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2016.
/ JEM Jumat, 21 Oktober 2016 | 14:24 WIB

Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso, Sulawesi Tengah, berencana menggelar Festival Danau Poso (FDP) yang akan melibatkan 19 kecamatan yang ada. Tujuan festival agar dunia luar dapat mengetahui bahwa wilayah yang pernah terjadi konflik horizontal tersebut telah aman. Pesta budaya dan pariwisata ini, ditargetkan disaksikan sekitar 50.000 wisatawan dalam dan luar negeri, termasuk masyarakat Poso dan sekitarnya.

Demikian diungkapkan Bupati Poso Darmin A Sigilipu, saat ditemui di Kantor Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Kamis (20/10).
Disebutkan, FDP rencanakan digelar tanggal tanggal 2-5 Nopember 2016 mendatang. “Yang ingin saya lakukan adalah melawan opini, berita yang mungkin menganggap Poso tidak aman. Kami akan menunjukkan dalam bentuk kegiatan nyata, kerja nyata, bahwa semua opini negatif itu tidak betul," kata Darmin.

FDP akan diisi dengan berbagai pergelaran seni, budaya dan olahraga dengan juga akan dihadirkan sejumlah artis Ibu Kota, seperti Elfonda Mekel atau yang terkenal dengan nama Once Mekel dan penyanyi dangdut Iis Dahlia.

Menurut Darmin, setidaknya hampir delapan bulan kepemimpinannya, situasi di Poso sudah sangat kondusif. Terbukti, gelaran acara bertajuk reuni yang dimeriahkan oleh penyanyi Yuni Sarah satu bulan lalu dihadiri sampai 25.000 masyarakat Poso.

Apalagi, ungkapnya, secara rutin dialog dengan tokoh-tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat dilakukan. Oleh karena itu, perdamaian tetap terjaga di Poso.

"Saya coba menggalang semua komponen, baik itu tokoh pemuda, tokoh-tokoh yang ada kita komunikasi. Kita rapat bersama kemudian kita berusaha untuk ciptakan itu (perdamiain). Responnya luar biasa dari tokoh-tokoh ini menyampaikan ke umatnya," ujarnya.

Ditambah lagi, Darmin menegaskan bahwa masyarakat asli Poso sesungguhnya sangat menginginkan perdamaian, sehingga kompak menolak jika ada pendatang yang berusaha untuk memprovokasi atau menyebarkan konflik.

Untuk itu, sekali lagi Darmin meyakinkan bahwa Poso sudah aman. Meskipun, pernah sebagian kecil wilayahnya sempat menjadi tempat persembunyian kelompok teroris Santoso dan masih dilakukan perburuan teroris kelompok tersebut saat ini.

Darmin menegaskan bahwa tempat perburuan kelompok teroris pengikut Santoso terletak di satu kecamatan. Sedangkan, Kabupaten Poso terdiri dari 19 kecamatan. Oleh karena itu, masih ada 18 kecamatan lainnya yang sudah dipastikan aman untuk menjadi destinasi wisata.

"Kelompok mereka ini (Santoso) kan sudah dari sekitar 50 an sudah berkurang. Itu sudah sekitar 11 an orang saja, tinggal kaki tangannya saja. Pentolannya ada yang sudah dapat di hutan, ada yang menyerahkan diri. Saya sebagai pemda tetap menghimbau kepada mereka yang masih ada di hutan itu lewat keluarganya supaya kesempatan pertama lebih baik menyerahkan diri saja karena kalau mereka menyerahkan diri, itu akan kita lindungi," ungkapnya.

Undang Wapres Guna Buktikan Poso Aman
Untuk meyakinkan bahwa Poso aman, maka Pemda Poso mengundang Wapres Jusuf Kalla (JK) menghadiri dan membuka puncak acara Festival Danau Poso ke-19, pada 5 Nopember mendatang.

"Mudah-mudahan pak wapres berkenan hadir. Dengan kehadiran beliau sebagai salah satu tokoh sentral yang membuat Poso itu damai dari awal dengan adanya perjanjian Malino dulu. Beliau ini walau sudah menjadi wapres, pejabat negara beliau masih datang ke sana (menunjukkan) bahwa betul Poso damai dengan mengatakan saya saja datang situasi tidak ada masalah," kata Darmin.

Menanggapi undangan tersebut, Darmin mengatakan bahwa JK akan berusaha meluangkan waktu untuk hadir atau mewakilkan kehadirannya kepada menteri jika berhalangan hadir.

Kemudian, lanjutnya, Wapres JK berpesan agar kebersihan Danau Poso tetap dijaga sehingga menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung. Apalagi, danau terbesar ketiga di Indonesia dengan memiliki panjang 32 km dan lebar 16 km tersebut memang terkenal indah, dengan pasir putih, pasir kuning dan airnya sangat jernih.

Untuk mempromosikan wisata di Poso, Darmin mengungkapkan telah belajar banyak dari apa yang dilakukan oleh Kabupaten Banyuwangi. Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jika berbicara perihal pariwisata. Terutama, terkait infrastruktur pendukung, seperti transportasi dan akomodasi.

Oleh karena itu, Darmin mengaku tengah mendekati sejumlah kementerian guna mendapatkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana penunjang pariwisata tersebut.

"Kita memang berusaha untuk mendekati ke kementerian yang ada karena salah satu persyaratan turis bisa dan mau datang infrastruktur itu kan harus bagus. Saya coba lobi di kementerian, baik itu PU (Pekerjaan Umum), pariwisata dan lain sebagainya, kalau mereka bisa membantu sehingga destinasi pariwisata di sana (Poso) yang sangat bagus sekali itu bisa dengan mudah ada akses," ungkapnya.

Darmin mentargetkan dalam dua sampai tiga tahun pemerintahannya, pariwisata Poso akan semakin dikenal. Mengingat, banyak potensi wisata yang mungkin dikembangkan. Sebut saja,k ada 1.000 situs megalit yang merupakan peninggalan purbakala.
Selanjutnya, kabupaten yang memiliki empat dimensi, yaitu memiliki teluk, pegunungan, sungai besar dan danau sekaligus.

"Kita ingin satu saat nanti Kabupaten Poso, terutama kota Poso itu menjadi kota eboni, yaitu kayu hitam yang ada itu yang ada hanya di Sulawesi Tengah. Kita lagi punya program itu (menanam) 1 juta eboni di kota Poso dan ini sudah kita tanam kurang lebih ada 5.000 pohon eboni," papar Darmin.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE