Mensos Lihat Langsung Dampak Sosial Pabrik Semen Rembang

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat kunjungan ke pabrik semen Rembang, Jumat, 21 April 2017. (SuaraPembaruan/Stefi Thenu)

Oleh: Stefi Thenu / CAH | Jumat, 21 April 2017 | 17:26 WIB

Rembang - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan ke lokasi pabrik semen di Rembang untuk melihat dampak sosial pembangunan pabrik tersebut bagi masyarakat setempat.

"Seen is believing. Makanya kami harus datang langsung untuk melihat bagaimana kenyataan di lapangan. Sebelumnya saya sudah mendengar langsung dari Komisi VI DPR, Menteri BUMN, Menteri LHK, dll tentang kondisi di Rembang. Maka saya ke sini untuk melihatnya sendiri," ujar Khofifah saat kunjungan ke pabrik semen Rembang, Jumat (21/4).

Pada kesempatan itu, menteri didampingi Direktur Produksi dan Strategis PT SI Johan Samudera, menyerahkan bantuan untuk masyarakat sekitar pabrik semen berupa 1000 tas untuk pelajar, 5 Taman bacaan dengan koleksi 3000 buku di 5 desa, 200 beasiswa SD - SMA, dan 1000 Al Quran untuk Ponpes dan Panti asuhan.

Beasiswa kepada masyarakat setempat diberikan melalui program Semen Indonesia Cerdas sejak 2014.

Sebelumnya, Khofifah menjadi irup pada upacara Hari Kartini di alun-akun Kabupaten Rembang dan berziarah ke Makam RA Kartini di Kecamatan Sulang, Rembang.

Khofifah mengatakan, tanpa melihat sendiri dan mendengar langsung dari warga maka informasi yang diperoleh tidak komprehensif.

"Saya mendengar langsung bahwa warga di sini merasakan manfaat dari kehadiran pabrik semen," ujarnya.

Menteri mengharapkan, keberadaan pabrik semen dapat meningkatkan kesejahteraan dan menghapuskan kemiskinan di Rembang.

"Keberadaan pabrik semen diharapkan dapat memberi penguatan ekonomi dan SDM bagi masyarakat setempat agar masyarakat dapat berdaya dan mandiri sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya," tegasnya.

Pihaknya juga mendengar dibangunnya SMK di sekitar lokasi pabrik untuk mendidik tenaga terampil.

"Dengan tenaga terampil maka masyarakat bukan saja dapat bekerja hanya sebagai tenaga keamanan, melainkan mampu menjadi tenaga teknisi atau administrasi," ujarnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT