Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi.

Menlu Akan Tindaklanjuti Peningkatan Kerja Sama Indonesia-AS

Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi. (Istimewa)

Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi mengatakan dirinya akan terbang ke Washington DC, Amerika Serikat (AS), untuk menindaklanjuti peningkatan kerja sama strategis antara Indonesia dengan AS yang disepakati dalam dua hari kunjungan Wakil Presiden (Wapres) AS, Michael Richard Pence, ke Indonesia.

"Saya akan ke Washington DC minggu pertama bulan depan. pertama, melakukan pertemuan bilateral dan tentunya aspek pengaturan secara bilateral perdagangan investasi. Dan juga kita bagaimana menerjemahkan komitmen baru Pemerintah AS dalam penguatan strategic partnership dengan Indonesia karena ada komitmen antar leaders harus segera digambarkan implementasinya," kata Retno seusai menghadiri forum bisnis Indoesia-AS di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (21/4).

Selain itu, kedatangannya ke Washington DC bertujuan menghadiri pertemuan antara menlu ASEAN dengan menlu AS, di mana akan membahas mengenai peran negeri Paman Sam tersebut di kawasan Asia Tenggara.

Dalam kunjungannya tersebut, kata Retno, Indonesia akan menekankan pola kerja sama yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak ataupun menguntungkan kawasan.

"Trump akan hadir di KTT ASEAN, ini merupakan satu sinyal yang baik untuk Indonesia dan Asia Tenggara dan next menlu ASEAN bertemu dengan menlu AS untuk membahas kerja sama lagi yang kita bisa lakukan di kawasan. Tujuannya, menjaga stabilitas keamanan kawasan dan memajukan kerja sama ekonomi kesejahteraan, dengan dasar win-win solution," ungkapnya.

Untuk itu, Retno mengatakan, akan ada pertemuan konsolidasi antara tim dari Kementerian Perdagangan (Kemdag), Kementerian Industri (Kemperin), Kementerian Pertanian (Kemtan), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan tim dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

"Pertemuan tersebut dimakudkan untuk mempersiapkan kunjungan Indonesia ke Washington DC," tambah Retno.







Suara Pembaruan

Novi Setuningsih/FER

Suara Pembaruan