Warga Danau Toba Gelar Aksi Seribu Lilin untuk Ahok

Warga Danau Toba Gelar Aksi Seribu Lilin untuk Ahok
Ribuan warga dari Danau Toba, Sumatera Utara dan sekitarnya melakukan aksi menyalakan seribu lilin untuk mendukung keadilan putusan pada mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Jumat (12/5) malam kemarin ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FMB Sabtu, 13 Mei 2017 | 09:54 WIB

Danau Toba - Ribuan warga yang berasal dari wilayah Prapat Ajibata dan sekitar Danau Toba melakukan aksi solidaritas untuk mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan menyalakan 1.000 lilin di Pantai Bebas, Kelurahan Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (12/5) malam kemarin.

Aksi yang dimulai sejak Pukul 19.25 WIB hingga Pukul 21.00 WIB tersebut dapat berjalan dengan aman dan kondusif dengan pengawalan ketat personil kepolisian dan juga TNI untuk menghindari adanya oknum provokator di tengah kerumunan massa.

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengatakan aksi tersebut dilakukan oleh sekitar seribu orang yang berasal dari Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Ajibata dan sekitar Danau Toba.

"Pihak koordinator aksi damai tersebut sudah memberitahu kepada kami adanya kegiatan tersebut melalui Polsek Prapat sehari sebelumnya, dan kami memfasilitasi untuk menjaga Kamtibmas selama proses acara," ujar Marudut, Jumat (12/5) kemarin.

Disebutkannya sejumlah aksi yang dilakukan masyarakat itu untuk mendukung dan mendoakan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara sebagai bentuk solidaritas kemanusian kepada Ahok dan sebagai simbol Kebhinekaan, Kedamaian dan Keadilan.

Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat berupa menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa, doa demi keselamatan bangsa Indonesia, orasi oleh tokoh masyarakat atas nama Mangapul Sagala.

Dalam orasinya, Mangapul menyebutkan bahwa NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika harga mati. Kemudian selesai orasi, acara dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya.

Tokoh masyarakat lainnya, Martua Manurung dalam sambutannya menyebutkan bahwa keadilan harus ditegakkan khususnya mengenai hukuman yang diterima oleh Basuki Tjahaja Purnama harus memenuhi prinsip keadilan dan kebenaran.

Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Tanah Air Beta, pembacaan puisi oleh Paroma Panjaitan tentang Ahok, penyalaan lilin dengan diiringi lagu Rayuan Pulau Kelapa, Padamu Negeri dan O Tano Batak, serta puisi tinggalkan perbedaan dan masyarakat di Danau Toba cinta damai.

Salah satu perwakilan Jonri Sipayung juga membawakan lagu ciptaanya sendiri yg berjudul 'Perbedaan Menjadi Merkat bagi Indonesia'.

Kemudian diakhiri dengan kegiatan masyarakat yang meletakan seribu lilin dengan susunan berbentuk tulisan "For Ahok" di pinggiran Pantai Bebas Danau Toba Parapat.

"Pelaksanaan kegiatan berakhir sekitar Pukul 21.00 WIB dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif, serta masyarakat kembali ke rumahnya masing-masing," kata Marudut Panjaitan.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE