Ilustrasi: PLTP Dieng
Jaringan listrik Jawa, Madura, dan Bali berkurang 20 megawatt (MW). Tapi tidak mengganggu sistem secara umum.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng di Banjarnegara, Jawa Tengah berhenti operasi sejak 22 April lalu.

Selain karena gangguan teknis, penghentian suplai listrik ke wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) juga ada pemeliharaan rutin pembangkit.

"Namun, jaringan Jamali tidak ada terganggu karena listrik yang dihasilkan kecil. Tidak berpengaruh pada sistem," ujar Humas PLTP Dieng, Suparwanto, Rabu (30/5).

Suparwanto menerangkan, gangguan teknis pembangkit itu disebabkan sumur geothermal Geo Dipa Dieng tersumbat oleh serpihan silika.

"Kalau itu dibiarkan akan menyebabkan peralatan pemboran di lapangan panas bumi Dieng cepat terkena korosi. Tumpukan silika di sumur juga menyebabkan uap untuk menggerakkan turbin berkurang," paparnya.

Pemeliharaan PLTP Dieng dilakukan setahun sekali, sedangkan pada PLTP lain pada umumnya setiap tiga tahun sekali.

Dijadwalkan, pemeliharaan berlangsung hingga akhir Mei ini. Dari kapasitas maksimal 40 MW, Dieng baru memproduksi setengahnya. 

"Diperkirakan pasokan listrik dari Dieng akan normal pada awal Juni 2012," jelas Suparwanto.


Penulis: