Ribuan penumpang KM Leuser yang akan melakukan mudik lebaran berebut masuk ke dalam kapal saat berada di pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. FOTO: ANTARA/Untung Setiawan
Kemenhub memperkirakan 16 juta pemudik yang meninggalkan wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk kembali ke kampung halaman pada lebaran tahun ini.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksikan puncak arus mudik keluar Jakarta pada Kamis dan Jumat nanti.

”Diperkirakan dua hari puncaknya, Kamis dan Jumat. Mungkin peak-nya ada di darat, kereta api, dan udara," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Suroyo Alimoeso, di Kantor Presiden, Jakarta, hari ini.

Suroyo menambahkan untuk transportasi laut sudah mengalami puncaknya dan mulai menurun karena penumpang sudah mulai banyak pada H-15.

Menurut dia, kenaikan lalu lintas akan lebih tinggi intensitasnya pada H-3, dan yang perlu diantisipasi adalah kendaraan mudik motor dan mobil.

Kemenhub juga mengimbau kepada masyakat untuk berhati-hati dan sebaiknya tidak menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi mudik.

16 Juta Pemudik
Tahun ini diperkirakan ada 16 juta pemudik yang meninggalkan wilayah Jakarta dan sekitarnya. ”Kita sudah lakukan imbauan dan memberikan beberapa opsi misalnya sepeda motor dinaikkan bersama orangnya. Tapi ada yang mereka senang naik sepeda motor,” ungkap Suroyo

Jumlah pemudik pengguna sepeda motor naik 6.6 persen dan pengguna mobil naik 5.4 persen dari 2.5 juta pada tahun lalu. Sedangkan untuk pemudik yang menggunakan kereta api akan naik sekitar 16.2 persen.

Oleh karena itu, jumlah perjalanan kereta api ditambah menjadi 46 perjalanan per hari dari sebelumnya 26 perjalanan per hari. Selain itu, untuk penumpang udara juga diperkirakan meningkat tahun ini.

Menurut Suroyo, untuk meningkatkan layanan, beberapa Bandara tertentu akan dioperasikan 24 jam. ”Untuk udara prediksi kenaikan jumlah penumpang 10 persen. Mungkin kenaikan pada H-3,” tandas dia.

Penulis: