"Kami akan buat Kota Solo pecah seperti Poso dan Ambon."

Mabes Polri merilis testimoni terduga teroris, Bayu Setiono, seputar keterlibatannya dalam aksi teror. Bayu sendiri telah ditangkap tim Detasemen Khusus Antiteror 88 di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, Jumat lalu.

Dalam testimoni tersebut, terungkap bawa Bayu dan kelompoknya menargetkan penyerangan terhadap polisi. Terungkap pula bahwa penyerangan didasarkan atas titah atasan Bayu, yang menyatakan bahwa polisi kerap menganiaya kelompoknya.

"Aku dapet sms pada 2012 dari Farhan, tanggal 16 Agustus, ayo kita ketemu di situlah pertemuan yang mengarah ke penembakan polisi. Kenapa sasaran kami polisi, karena salah satu pimpinan kami seorang ihwan. Dia mengupas buku karangan Ustad Abdurahman, ia mengatakan bunuhlah polisi, karena sering menzalimi ihwan-ihwan, dan sering menangkap ihwan-ihwan yang sering latihan di gunung. Di situ pula polisi sering menganiaya ihwan-ihwan, di situlah kami merencanakan pembunuhan polisi, kami akan buat Kota Solo pecah seperti Poso dan Ambon," ujar Bayu dalam testimoninya.

Penulis: