Ilustrasi orang kecanduan narkoba.
Oknum tersebut sempat lolos dari tiga pintu di rutan tersebut tanpa menjalani pemeriksaan.

Seorang oknum polisi, Brigadir Sudarmansyah, anggota Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (28/9) diringkus petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Makassar. Sudarmansyah tertangkap tangan saat hendak mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu kepada tahanan.  

Kepala Rutan Kelas I Makassar, Indra S Mokoagow membenarkan adanya penangkapan tersebut. Sudarmansyah tertangkap tangan petugas rutan saat sedang membawa narkoba jenis sabu-sabu ke dalam rutan, Jumat pagi sekitar pukul 10.15 Wita. Dari tangannya petugas menyita sekitar 10 gram sabu-sabu.

“Dia (Sudarmansyah) dipergoki membawa barang haram itu setelah digeledah petugas,” ujar Indra.

Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Fathurrozy mengatakan, awalnya Sudarmansyah meminta izin untuk menjenguk seorang tahanan bernama Rahmat Junjung, dia nyaris lolos setelah berhasil melewati tiga pintu di rutan ini tanpa pemeriksaan.

Padahal pengamanan di rutan sudah diperketat dan setiap pengunjung harus diperiksa sebelum bertemu dengan tahanan, menyusul maraknya peredaran narkoba di dalam rutan.  

Sudarmansyah menolak dilakukan penggeledahan, namun petugas rutan tetap ngotot sebab itu sudah ketentuan yang berlaku di dalam lingkungan Rutan Kelas I Makassar. Ketika digeledah, Sudarmansyah yang mengenakan pakaian sipil berusaha menyembunyikan bungkusan kecil di saku kiri jaketnya, saat bungkusan itu diperiksa, ternyata sabu-sabu.   

Diduga Darmansyah akan mengantarkan sabu-sabu tersebut ke seorang tahanan, namun saat tertangkap berusaha mengecoh petugas dengan mengaku sebagai anggota polisi dari Intelkam Polsekta Tallo sambil memperlihatkan identitasnya.

Alasannya, sabu-sabu yang dibawanya itu adalah barang bukti hasil penyelidikan kasus yang sedang ditanganinya.  

Penyidik Polrestabes Makassar yang ditemui usai penangkapan itu mengatakan, oknum polisi tersebut selain dikenakan sanksi indisiplioner, juga akan dijerat dengan undang-undang narkotika yang ancaman hukumannya cukup berat, apalagi dia seorang penegak hukum.

Penulis: