Ilustrasi
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bukittinggi menjaring sejumlah pelajar berpakaian seragam sekolah di warung internet (warnet) pada jam pelajaran, hari ini, Kamis (4/10).

"Razia bertujuan untuk mendukung Bukittinggi sebagai kota pendidikan. Sebagai kota pendidikan, jam pelajaran betul-betul dimanfaatkan untuk belajar," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Syafnir.

Menurutnya, sejumlah pelajar yang terjaring diantaranya berasal dari pelajar SMP, SMA, SMK.

"Mereka semua dibawa ke Mako Satpol PP. Setelah diberi pengarahan, mereka dijemput oleh pihak sekolah," ungkap Syafnir.

Para pelajar yang terjaring razia itu yakni pelajar SMP sebanyak tiga orang, SMA dan sederajat sebanyak 22 orang.

Pelajar yang terjaring razia itu diberi hukuman berupa memberi hormat ke bendera Merah Putih. Setelah itu, diminta supaya membuat surat pernyataan tidak lagi bolos pada jam pelajaran.

Satpol PP sering menggelar razia pelajar di warnet. Setiap razia selalu didapatkan pelajar berpakaian seragam sekolah bermain di warnet.

Razia yang sama pernah dilakukan pada 21 Februari 2011, dan berhasil menjaring 46 pelajar terdiri dari pelajar SMA, SMK, SMP dan satu orang pelajar dari SMP dari Kabupaten Agam.

Razia yang melibatkan 20 personil Satpol PP, sejumlah pelajar yang kedapatan bermain internet di jam pelajaran langsung dinaikan ke truk milik Satpol PP.

Saat razia ada beberapa pelajar yang terjaring berkilah main internet untuk mencari tugas.

"Saat diminta memperlihatkan surat bukti tugas dari guru mereka ternyata tidak punya," katanya.

Untuk selanjutnya para guru agar dapat mengontrol aktivitas para murid mereka di jam pelajaran, sehingga tidak ada lagi pelajar yang bermain internet di jam pelajaran.

Penulis: