Menakertrans Muhaimin Iskandar (Jakarta Globe/Yudhi Sukma Wijaya)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengimbau agar para pekerja dan pengusaha dapat saling menahan diri dan jangan saling mengancam.

Perbedaan pendapat dan perselisihan harus diselesaikan melalui dialog terbuka dalam forum lembaga kerja sama (LKS) Bipartit antara pekerja dan pengusaha.
 
Dalam menghadapi permasalahan ketenagakerjaan pekerja/buruh dan pengusaha diimbau harus mengedepankan dialog serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum dan mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
 
"Pemerintah minta pengusaha dan pekerja agar menjaga hubungan industrial yang harmonis dan kondusif. Semua pihak harus bekerja sama dan mencari solusi atas permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi saat ini dan menghindari hal-hal yang merugikan semua pihak," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di kantor Kemenakertrans, Jakarta dalam rilisnya pada Kamis (8/11).
 
Muhaimin mengatakan saat ini pemerintah sedang menata sistem hubungan industrial yang adil, manusiawi, produktif dan saling menguntungkan, Namun untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan peran dan kerjasama yang baik antara pekerja dan pengusaha.
 
Kepada pihak pekerja/buruh, Muhaimin meminta agar menghentikan aksi-aksi gerebek dan sweeping di pabrik-pabrik karena dapat mengganggu proses produksi, merugikan para pekerja bahkan dapat mengakibatkan tutupnya perusahaan,
 
Sedangkan kepada pihak pengusaha, Muhaimin meminta agar tidak melakukan aksi lock-out (penghentian operasi) yang dapat merugikan semua pihak. Para pengusaha pun diminta melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan para pekerja.
 
"Pengusaha/manajemen dengan pekerja/buruh harus memanfaatkan lembaga Bipartit  melalui komunikasi yang intens dan santun sehingga dapat mencegah terjadinya perselisihan sedini mungkin dan melahirkan ketenangan bekerja dan berusaha," kata mantan Wakil Ketua DPR itu.
 
"Akhir-akhir ini hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha memang sangat dinamis. Namum perdebatan soal pengaturan outsourcing, penetapan upah dan jaminan sosial jangan sampai mengganggu kondisi hubungan kerja yang harmonis," ungkap pria yang akrab disapa Cak Imin itu.
 
Karena itu, Muhaimin meminta para pengusaha dan serikat pekerja/buruh agar tetap saling menghormati untuk menjaga kondisi hubungan industrial yang kondusif selama ini.


Penulis: