Ilustrasi
Pemerintah Indonesia dinilai berhasil dalam menangani bencana di Aceh, dan memberikan contoh praktik terbaik untuk negara lain yang rawan bencana alam

Indonesia tidak hanya dapat belajar dari pengalaman negara lain, tetapi juga dapat menjadi contoh baik sebagai negara yang berhasil menangani pemulihan pasca bencana.
 
"Kekuatan kepemimpinan Indonesia yang sukses membuat Indonesia dapat menjadi contoh dan ditiru oleh negara lain," kata Duta Besar Uni Eropa, Julian Wilson, kepada Beritasatu.com saat pelaksanaan konferensi internasional sehari membahas pengalaman Indonesia menganggulangi bencana alam, di Hotel Pullman, Jakarta, hari ini.
 
Uni Eropa merupakan bagian dari Multi Donor Fund untuk Aceh dan Nias bersama dengan Bank Dunia sebagai wali amanat yang mengelola MDF.
 
Julian menyatakan, pemerintah Indonesia dalam menangani bencana di Aceh sukses memberikan contoh praktik terbaik untuk negara lain yang rawan bencana alam.
 
Pemerintah Indonesia dan MDF, kata Julian, telah setuju untuk melaksanakan agenda rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana di Indonesia sejak 2004 lalu.
 
Per tanggal 31 Desember mendatang, mandat yang dipegang oleh Multi Donor Fund (MDF) dan Java Reconstruction Fund (JRF) untuk Aceh dan Nias akan  berakhir.
 
Julian berharap, kepemimpinan pemerintah Indonesia ke depan dapat lebih baik dan konferensi ini dapat membuka bab baru kerjasama dengan Indonesia dalam cakupan ASEAN ataupun internasional dalam kesiagaan menghadapi bencana.
 
"Berakhirnya MDF dan JRF bukan berarti akhir dari cerita ini," katanya.
 
MDF sendiri telah menghimpun dana hibah dari 15 donor untuk mendukung pelaksanaan agenda rekonstruksi dan rehabilitasi pemerintah Indonesia.
 
Bekerja dalam enam bidang, MDF membantu upaya pemulihan di Aceh dan Nias dalam hal pemulihan masyarakat, pembangunan infrastruktur dan transportasi, penguatan tata kelola pemerintahan, pembangunan ekonomi, dan lainnya.

Penulis: /FEB