Ilustrasi pelaksanaan pemilihan umum kepada daerah (Pemilukada). (FOTO:JG Photo/Boy T Harjanto)
Dipanggil untuk melanjutkan pemeriksaan sehubungan dengan kasus SARA yang melibatkan dirinya ketika melakukan kampanye Pilkada Kapuas.
 
Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali memeriksa Hj.Aliah , Istri Bupati Kapuas, Ir. Mawardi hari ini sebagai saksi, setelah menjalani pemeriksaan secara maraton selama lima jam lebih, kemarin.

"Aliah kembali dipanggil untuk melanjutkan pemeriksaan sehubungan dengan kasus SARA yang melibatkan dirinya ketika melakukan kampanye Pilkada Kapuas belum lama ini dan telah banyak menyebar  di dunia maya melalui situs Youtube," kata Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Pambudi Rahayu, hari ini.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrim) Polda Kalteng terus melakukan pendalaman pemeriksaan. Jika perkembangan hasil penyelidikan dan penyidikan memenuhi unsur dan terbukti,maka status sebagai saksi akan ditingkatkan menjadi tersangka yang diancam pasal 156 huruf a KUHP tentang kejahatan yang mengganggu ketentraman umum.

Sehubungan kasus SARA meresahkan warga Kabupaten Kapuas Kalteng itu, tercatat telah diperiksa enam orang sebagai saksi, baik dari saksi pelapor maupun saksi yang melapor. Saksi melapor di antaranya, Baron Ruhat Binti,SH,MH, Darta dan Slamet. Kemudian dari saksi terlapor, Oknum Camat Kapuas  tempat kejadian Drs.Vepy, pemilik rumah tempat pembuatan video, Nur Ainah dan pemimpin acara, Ustad Patria.

Kapolres Kapuas, AKBP Wisnu Putra ketika dikonfirmasi mengatakan, kegiatan Pilkada Kapuas cukup mengganggu stabilitas keamanan masyarakat. Beberapa waktu lalu memang sempat mengundang protes ribuan orang warga akibat Pilkada tidak sehat menggunakan isu SARA dan praktek politik uang. Kini pihak kepolisian terpaksa harus melakukan kegiatan patroli satu kali dua puluh empat jam.

Sehubungan kondisi yang tidak menenangkan bagi masyarakat ini, Wisnu mengharapkan kepada warga masyarakat jangan sampai terpancing. ”Mari kita semua jaga masyarakat jangan sampai terpancing kondisi yang merugikan bagi masyarakatr juga. Serahkan semuanya pada proses hukum,” tutur dia.

Pilkada Kapuas diikuti tiga pasang, nomor urut 1, calon Bupati Ir,Ben Brahim S Bahat,ST,MT dan wakilnya Ir.Muhajirin,MM diusung partai Golkar dan koalisinya, nomor urut 2 pasangan Drs.H.Surya sebagai calon Bupati dan Drs H Tofik sebagai wakil dikenal dengan pasangan dua haji yang diusung oleh partai non parlemen, serta nomor urut 3 Ir.Mawardi bupati incumbent dan wakilnya dari birokrasi ketua Bapade Kapuas diusung PDIP dan koalisinya.

Hasil Pilkada yang telah dipleno KPUD Kapuas dimenang tipis nomor urut 3. Namun, Pilkada yang dianggap bergejolak karena penuh permainan ini sekarang mendapat gugatan serempak, baik dari nomor urut 1 maupun dari nomor urut 2 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Penulis: