200 anak di kepulauan seribu memainkan hulahop menandai berlangsungnya Festival Pulau Seribu
Kegiatan festival seni budaya Banten tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (30/11) hingga Minggu (2/12)

Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten menggelar festival seni dan budaya Banten yang akan dimulai hari ini, (30/11).

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Banten Ajak Moeslim di Serang, Jumat, mengatakan festival yang dinamakan 'Banten art dan Culture Festival' tersebut diantaranya bertujuan untuk memperkenalkan lebih luas tarian khas Banten yakni tari Walijamaliha.

"Festival tari ini akan diikuti sebanyak 24 sanggar tari yang ada di tiap kabupaten/kota di Banten. Masing-masing sanggar mengirimkan 20 orang, atau melibatkan sedikitnya 72 orang seniman se-Banten," kata Ajak.

Menurutnya, tarian Walijamaliha merupakan tarian selamat datang khas Banten yang harus dikembangkan dan dilestarikan para generasi muda di Banten.

Ajak mengatakan, selain festival tari, akan ditampilkan pula pameran seni rupa yang diikuti sekitar 35 orang seniman rupa maupun lukis se-Provinsi Banten. Selain itu juga diselenggarakannya lomba baca puisi untuk remaja usia 15-25 tahun dengan total peserta 30 orang.

Rangkaian kegiatan festival seni budaya Banten tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (30/11) hingga Minggu (2/12) di balai budaya Provinsi Banten Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang. .

"Kegiatan ini dalam upaya mengembangkan potensi seni budaya di Provinsi Banten untuk generasi muda. Misi kami untuk melestarikan seni tradisi yang ada di masyarakat Banten hingga dapat berkembang secara luas," katanya.

Ajak mengatakan, 'Banten art and Culture Festival' tersebut juga untuk mempromosikan gedung balai budaya Provinsi Banten yang belum lama diresmikan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Ia berharap dengan kegiatan tersebut dapat meningkatkan animo masyarakat untuk mengunjungi balai budaya yang terletak di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang.

"Masyarakat harus tahu bahwa Banten memiliki gedung yang menampilkan benda-benda budaya milik Banten. Sebab, balai budaya ini digunakan sebagai museum Banten," kata Ajak.

Penulis: