Ilustrasi Pemadam Kebakaran
Kebakaran terbesar selama 2012 di Kalteng menyebabkan  144 rumah terbakar dan 627 jiwa atau 158 Kepala Keluarga kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran besar di Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Kamis (29/11) dini hari  semula diduga akibat terjadi arus pendek listrik. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan penyidikan di tempat kejadian perkara (TKP), kini lebih besar dugaan sebagai penyebab akibat kompor meledak.

Kapolres Kotim AKBP Andhi Triastanto SIK ketika dikonfirmasi, Jumat (30/11) mengatakan, kecenderungan penyebab kebakaran akibat kompor meledak. Jajaran Polres Kotim terus melakukan pendalaman penyidikan.

Dikatakan, memperkuat dugaan itu sudah dikumpulkan barang bukti sebuah kompor dan keterangan beberapa saksi. Rumah milik, Diani diduga sebagai asal api kini diberi garis polisi. Dari rumah itu kompor diamankan sebagai barbuk.

Kebakaran terbesar selama 2012 di Kalteng itu membuat 144 rumah terbakar dengan 627 jiwa atau 158 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Kebakaran terjadi pada tiga wilayah Rukun Tetangga (RT) ini juga menghanguskan dua buah rumah ibadah. Kerugian sementara diperkirakan sebesar Rp 5 miliar lebih.

Kepala Dinas Sosial Kotim Drs Sanggol L Gaol mengatakan, bagi para korban sudah didirikan tenda dan dapur umum. Namun demikian  meringankan beban para korban kini kepedulian berupa pemberian bantuan juga terus mengalir dari berbagai pihak. Tidak terlepas dari jajaran Polres Kotim yang diserah secara langsung oleh Kapolres.

Bantuan dari pihak Polres, anatara lain beras seberat 2,5 ton, 50 dos mie instan dan 17 dos minuman kemasan.Bantuan juga datang dari Pemda Propinsi disampaikan secara langsung oleh Kepala Dinas Sosial Propinsi Drs Hardy Rampay. Hanya saja apa saja wujud bantuan dari pihak Pemda Propinsi itu tidak dijelas secara rinci.

Bupati Kotim, Sofyan Hadi,S.Kom kembali mengingatkan warganya agar jangan menganggap enteng terhadap ancaman bahaya kebakaran. Walau kini musim hujan, harus dijadikan perhatian.

Kejadian yang menimpa masyarakat Kotim yang terjadi pada musim penghujan ternyata keganasan api masih mampu memusnahkan banyak rumah dan harta benda yang nilainya juga tidak sedikit.

Kondisi ini tidak terlepas dari kondisi bangunan rumah warga yang masih banyak menggunakan bahan dari kayu. Terkena hujan hanya di bagian luar, sementara yang berada dalam rumah tetap kering, sehingga jika terlanjur terjadi kebakaran akan menimbulkan api yang juga tidak mudah dikendalikan, kata Bupati Kotim.

Penulis: