Ilustrasi Banjir di Jambi
Hasil inventarisasi sementara diketahui tanaman padi yang rusak mencapai 725 ha.

Banjir akibat luapan Sungai Barito dan Sungai Kahayan dianggap biasa, karena hampir terjadi setiap tahun. Namun bagi para petani di dua aliran sungai (DAS) itu, banjir akhir 2012 itu tetap menjadi musibah.

Pasalnya, ribuan hektar tanaman pagi sawah maupun padi ladang dapat dipastikan rusak terendam akibat banjir dalam dan bertahan sudah lebih dari seminggu.

Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Barito Utara (Barut) Yudi Eldovi Rakhman, hari ini, mengatakan bahwa dari hasil inventarisasi sementara diketahui tanaman padi yang rusak mencapai 725 hektar (ha), akibat terjangan banjir.

Padi sawah yang terdata rusak di Kecamatan Montalat di desa Montalat I seluas 50 ha, Montalat II seluas 150 ha lebih, desa Tumpung Laung II seluas 325 ha, desa Sikan seluas 175 ha, desa Rubei 25 ha, desa Paring Lahung 75 ha, dan desa Kamawen 25 ha.

Kecamatan Montalat merupakan kantong pertanian pangan untuk Kabupaten Barut. Selain padi sawah, wilayah ini juga terdapat padi ladang yang ditanam berada tidak jauh dari pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS). "Khusus padi ladang masih dilakukan inventarisir," kata Yudi.

Dikatakannya, padi sawah milik petani yang rusak akibat terendam banjir itu sudah diprogramkan akan diganti dengan penanaman padi baru. Bibit dan ongkos tanam dibantu oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Barut.

Padi sawah yang mengalami kerusakan akibat banjir merupakan lahan musim tanam Oktober–Maret 2012/2013 dengan varitas jenis ciherang inpari 1, inpari 3 dan padi lokal.

Akibat banjir dikuatirkan mengganggu pencapaian hasil produksi padi bagi Kabupaten Barut. Dalam musim tanam Oktober-Maret di Kabupaten Barut untuk padi sawah dan ladang ditargetkan luasan tanam 11.878 hektar dengan target produksi 25.456 ton gabah kering giling (GKG).

Ketua DPRD Barut Aprian Noor yang dikonfirmasi, pagi ini, mengatakan bahwa banjir yang melanda Kabupaten Barut sudah mulai surut. Tapi sebagian badan jalan memang masih belum dapat dilalui sehingga terpaksa menggunakan perahu.

Namun warga yang sempat mengungsi meninggalkan rumah sudah kembali. Rumah yang dibangun sistem panggung sudah tidak terendam lagi lantainya.

Sedangkan banjir dari luapan sungai Kahayan juga sudah mulai surut, tapi jalan darat menghubungi Kabupaten Gunung Mas dan beberapa kota di di DAS Barito yang sempat terputus akibat air banjir kini sudah bisa dilewati secara perlahan-lahan.

Ruas jalan di tempat banjir yang berada di desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, harus dilewati secara waspada, terutama jenis kendaraan roda dua bisa tergelincir membuat kendaraan jatuh.

Menurut warga setempat, Berkat, di jalan yang masih terendam sekitar 35 cm tersebut terdapat banyak lobang akibat pengaruh air banjir disertai arus yang lumayan deras.

Sementara itu, padi juga banyak mengalami kerusakan. Hanya saja di daerah mereka tidak ada padi sawah karena semuanya menggunakan sistem padi ladang. Dia memperkirakan padi ladang yang rusak di kecamatan Kahayan Tengah saja tidak kurang dari 300 hektar.

Suara Pembaruan

Penulis:

Sumber:Suara Pembaruan