Ilustrasi tanah longsor
Bus angkutan kota antarprovinsi (AKAP) tujuan Bengkulu-Jakarta dan sebaliknya yang selama ini melalui jalan lintas barat (Jalinbar) sejak tiga hari terakhir dialihkan lewat jalur Lubuklinggau atau lintas tengah Sumatra.

Hal ini menyusul imbas dari jalan lintas barat Bengkulu-Lampung yang putus akibat terjadi longsor di Krui, Lampung  Barat, tiga hari lalu.
 
Syafril, 37, salah seorang sopir bus Bengkulu- Jakarta, di Bengkulu, Kamis (20/12), mengatakan dirinya belum dapat memastikan kapan jalur Bengkulu- Lampung akan kembali normal.

Pasalnya, sampai Rabu (19/12) malam timbun longsor yang menutupi badan jalan di wilyah Krui dan Temanggus masih belum berhasil dibersihkan oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat.

Sebab, timbunan tanah longsor yang menutupi badan jalan di Krui dan Temanggus cukup banyak, sehingga membutuhkan waktu lama."Kami berharap dalam  waktu dekat ini jalur Bengkulu- Lampung kembali normal, sehingga bus  jurusan ke Jakarta sudah bisa melewati jalan tersebut," ujarnya.
 
Syafril menambahkan, jarak tempuh Bengkulu-Jakarta jika melalui jalan lintas  barat lebih singkat dibanding via Lubuklinggau-Baturaja-Kota Bumi. Karena itu, pihaknya berharap longsor di Krui dan Temanggus segera diatasi DPU setempat.

Hal senada diungkapkan Jamal, 35, sopir bus lainnya. Ia mengatakan, sejak terjadi tanah longsor di Krui dan Temanggus yang menyebabkan jalur  Bengkulu-Lampung dan sebaliknya putus, menyebabkan semua bus milik PO  tempatnya bekerja tujuan Jakarta terpaksa melalui via Lubuklinggau.

Jamal mengatakan, sejak musim hujan ini sudah dua kali jalur Bengkulu-Lampung putus akibat terjadi longsor di wilayah Kabupten Lampung Barat dan  Provinsi Bengkulu.

Penulis: