Ketua Komisi Perwasitan Perbakin, Silvia Gani
"Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti manipulasi atau standar alat yang tidak sesuai aturan."

Para atlet menembak di PON XVIII/2012 Riau kini memeriksakan senjata serta alat-alat kelengkapannya sebagai tahapan wajib sebelum bertanding mulai Kamis (13/9).
 
Ketua Komisi Perwasitan, Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), Silvia Gani, mengatakan pemeriksaan senjata dan alat kelengkapan ini merupakan syarat dan tahapan yang harus dilalui setiap atlet menembak sebelum bertanding.

"Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti manipulasi atau standar alat yang tidak sesuai aturan," kata Silvia di arena menembak, Rumbai, Senin (10/9).

Para atlet menjalani pemeriksaan seperti berat senjata, trigger pull (tarikan senjata), panjang laras, perlengkapan seperti sepatu, kostum, kacamata, kotak senjata, dan lainnya usai latihan yang secara resmi dibuka.

"Kalau mereka melakukan manipulasi dengan sesuatu, mereka sudah tahu sanksinya. Atau misal mereka memakai sabuk di celananya, nanti diberi catatan agar saat bertanding tidak menggunakan sabuk," kata Silvia.

Jika ada atlet yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan atau mengabaikan catatan-catatan larangan dari hasil tahapan pemeriksaan, lanjut Silvia, maka atlet bisa didiskualifikasi.

Selanjutnya, saat atlet berhasil memasuki tahap final maka akan ada pemeriksaan ulang. untuk diperiksa apakah alat yang digunakan masih sama seperti semula saat ia bertanding sebelumnya atau tidak.

Hingga Senin siang, sejumlah atlet masih antre untuk diperiksa semua senapan dan perlengkapannya; sedangkan untuk pistol sudah selesai.

Atlet diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan alat hingga Rabu (12/9).

Sementara itu, arena menembak yang selama ini menjadi sorotan karena belum optimal sudah selesai pengerjaan bangunannya.

Petugas yang hari sebelumnya masih tampak bekerja sudah tidak tampak lagi di sekitar arena.

Penulis: