Indonesia Warriors dalam salah satu laganya.

Jakarta - Indonesia Warriors bertekad mengulangi kesuksesan musim lalu sebagai juara bertahan menjelang laga final pertama Liga Bola Basket ASEAN (ABL) 2013 menghadapi San Miguel Beermen di Ynares Sports Arena, Manila, Filipina pada Jumat (7/6).

"Tentu kami ingin memenuhi tujuan utama saat memulai musim ini, mempertahankan gelar juara," kata pelatih Warriors, John Todd Purves, saat ditemui di sela-sela sesi latihan terbuka di Jakarta, Selasa.

Purves tidak menutup mata dengan catatan kurang baik yang dimiliki Warriors kala berhadapan dengan Beermen selama musim reguler, yaitu hanya memenangi satu dari empat laga.

Akan tetapi ia mengingatkan bahwa pada ABL 2012, Warriors bahkan tidak pernah berhasil memenangi satu lagapun dari empat pertandingan melawan Beermen di musim reguler, namun justru berhasil keluar sebagai juara dengan memenangi partai final dalam kedudukan 2-1.

"Kami tahun lalu tidak pernah menang di musim reguler. Kami kalah lima laga secara beruntun dan harus memenangi dua laga terakhir untuk bisa menjadi juara. Kami bisa melakukannya," kata dia.

"Hal semacam itu yang kami kejar. Kami tiga kali kalah melawan Beermen di musim reguler, selama tidak menghadang langkah ke 'playoffs' bukan perkara besar," ujar dia menambahkan.

Sementara itu, Purves juga mengaku dirinya tidak memiliki senjata rahasia apapun saat menghadapi laga final nanti, demikian juga ia meyakini Beermen berada pada kondisi yang sama.

"Kedua tim, sudah mengenal kekuatan dan kelemahan masing-masing. Bahkan kelemahan masing-masing tim kerap kali terbaca namun gagal dimanfaatkan oleh tim lainnya. Tentu akan menantikan pertandingan semenarik ini," kata dia.

Purves juga mengomentari, dirinya tidak akan melakukan penjagaan lebih kepada pemain Beermen, melainkan hanya menerapkan pola pertahanan sebagaimana biasanya.

Walaupun demikian, ia tahu jelas bahaya yang bisa ditimbulkan pemain-pemain andalan Beermen sepeti Chris Banchero, Brian Williams dan Paulasi "Asi" Taulava.

Purves berharap target mereka untuk membuat sejarah baru sebagai "back-to-back champions" ABL bisa terpenuhi dengan menerapkan filosofi permainan alami miliknya, yaitu mengutamakan pertahanan yang kuat.

"Kami sangat bersemangat turut serta di babak final ABL musim lalu, dan tahun ini jalan kami menuju final juga cukup panjang. Kami sangat antusias dan menantikan pertandingan Jumat (7/9) esok," ujar dia.

Pada babak final, yang menggunakan sistem "best-of-five" atau pemenang tiga laga berhak membawa gelar juara, Warriors akan berhadapan dengan Beermen setelah mereka menang tiga laga langsung atas Westports Malaysia Dragons di babak "playoffs".

Laga final antara keduanya bukan kali pertama terjadi, mengingat Warriors tahun lalu juga berhasil merebut gelar juara perdana mereka di ABL setelah mengalahkan Beermen 2-1.

Ketika itu final ABL masih menggunakan sistem "best-of-three" atau pemenang dua laga keluar sebagai juara-- dan berpesta di kandang lawan di Ynares Sports Arena, tempat mereka akan kembali melawat di dua laga final pertama esok.

Penulis: Yudo Dahono/YUD

Sumber:Antara