Pecatur putri Indonesia, Medina Warda Aulia.

Jakarta - Kejuaraan Catur Indonesia Terbuka (Indonesia Open Chess Championship atau IOCC) kembali digelar untuk yang ketiga kalinya. Gelaran kali ini diadakan pada 10-18 Oktober 2013 dan diikuti 114 pecatur dari 30 negara yang akan memperebutkan total hadiah US$ 100 ribu (sekitar Rp 1,15 miliar).

"Bagi PB Percasi, IOCC adalah bagian dari upaya membina dan mengembangkan catur Indonesia menuju pentas dunia," ujar Ketua Umum PB Percasi, Hashim Djojohadikusumo dalam konferensi pers di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (9/10) malam.

"Upaya PB Percasi menyelenggarakan IOCC secara berkala sejak 2011 sangat membanggakan dan kami hargai," kata Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo dalam sambutannya.

IOCC tahun ketiga menghadirkan 70 pecatur luar negeri dan 44 pecatur Indonesia. 41 pecatur bernorma GM (Grand Master), 21 IM (International Master), 12 FM (FIDE Master), 11 WGM (Woman Grand Master), dua WFM (Woman FIDE Master), satu WIM (Woman International Master), dan satu CM (Chess Master) akan berkompetisi.

Tiongkok membatalkan keikutsertaan karena pada saat bersamaan sedang berlangsung liga catur di negaranya. Sedangkan Myanmar, meskipun diundang memutuskan tidak ikut serta.

"Barangkali mereka merasa kurang qualified karena norma pecaturnya paling tinggi hanya IM. Lagipula di SEA Games nanti mereka mengandalkan catur nomor tradisional, bukan yang internasional," terang Ita Gayatri, Ketua Panitia IOCC tahun ini.

Indonesia sendiri menurunkan empat GM, 11 IM, enam FM, dua WGM, satu WFM, dan satu CM. Salah satu pecatur yang ikut berkompetisi adalah WGM termuda Indonesia, Medina Warda Aulia (16).

"Selain Medina, ada juga IM Muhammad Luthfi Ali yang masih 16 tahun. Kejuaraan ini jadi kesempatan baik untuk pecatur junior kita," ucap Ita.

Pecatur yang diberi target tinggi, kata Ita, masih tetap GM Susanto Megaranto dan WGM Irene Kharisma. Namun Medina kapan saja bisa menyalip karena punya potensi besar.

IOCC disebut sebagai kejuaraan catur terbesar di Asia Tenggara. Penyebabnya, tak banyak pecatur ber-elo rating di atas 2.600 yang bersedia ikut di kejuaraan terbuka. Sementara IOCC tahun ini diikuti 30 pecatur ber-elo rating di atas 2600.

"Sebagai bocoran saja, saya berniat bikin Olimpiade Catur di Indonesia. Kalau bisa tahun 2018 atau 2016. Sekarang ini sedang meyakinkan FIDE (Federasi Catur Internasional)," ungkap Hashim.

IOCC edisi ketiga akan menyajikan total hadiah US$ 100 ribu. "Rinciannya saya kurang hapal, tapi yang tertinggi itu US$ 20 ribu dan terendah US$ 500," kata Ita.

Penulis: Shesar Andriawan/JAS