Pesta kembang api memeriahkan penutupan SEA Games XXVI di Jakabaring Sport City, Palembang.
Prestasi atlet Indonesia di SEA Games menunjukkan perbaikan di berbagai cabang terukur.

Di balik kesuksesan Indonesia dalam merebut gelar juara umum, ada beberapa catatan bagi tuan rumah SEA Games XXVI/2011 yang perlu menjadi perhatian dalam menggenjot prestasi para atlet ke depannya.

Dari 182 medali emas, sekitar 60 di antaranya diraih dari cabang-cabang olahraga yang memang diharapkan menjadi lumbung emas bagi Indonesia. Cabang-cabang itu yaitu sepatu roda (12), paragliding (11), panjat dinding (9), kempo (8), ski air (4), bridge (4) dan soft tennis (7).

Sisanya sebanyak 127 emas berasal dari cabang-cabang yang memang pernah dipertandingkan.

"Memang tanpa cabang-cabang tersebut itu pun Indonesia harusnya bisa jadi juara umum, namun perolehan medalinya sangat ketat dengan peringkat kedua, yakni Thailand," ujar Ketua Bidang Cabang Olahraga Terukur Program Indonesia Emas, Hadi Wihardja, di Palembang, Selasa (22/11).

Hal ini disebabkan karena cabang-cabang olahraga terukur memang menunjukkan geliat kebangkitan selama SEA Games.

Atletik, misalnya, mampu melebihi target awal yang hanya tujuh emas menjadi 12 emas. Begitu pula dengan renang (target 6 hasil 6), balap sepeda (target 8 hasil 12), kano (target 6 hasil 6) dan angkat besi (target 4 hasil 4).

Perolehan ini lebih baik dibandingkan di beberapa SEA Games sebelumnya.

"Mulai ada perkembangan di cabang-cabang terukur," ujar Hadi. Beberapa atlet bahkan mampu mencatatkan rekor baru di SEA Games, seperti dua lifter nasional Eko Yuli Irawan (kelas 62 kg putra) dan Triyatno (69 kg putra).

Perenang nasional I Gede Siman Sudartawa dan Yessy Yosaputra mampu mencetak rekor baru di gaya punggung 200 m putra dan putri.

Selain itu, beberapa atlet di cabang-cabang terukur mampu merebut tiket ke Olimpiade London 2012 dari total 28 tiket yang sejauh ini diraih Indonesia.

Dari cabang renang, empat perenang, Glenn Victor Sutanto, Indra Gunawan, Triady Fauzi dan Siman telah mengamankan empat tiket untuk tampil di London.

Begitu pula di angkat besi, Indonesia telah mengantongi lima tiket lewat Kejuaraan Dunia 2010 di Antalya, Turki dan 2011 di Paris, Perancis yang merupakan kualifikasi menuju Olimpiade.

"Kita akan fokuskan persiapan mereka yang sudah mengantongi tiket ke Olimpiade. Bagi cabang-cabang lain yang belum, terutama atletik, diharapkan bisa masuk kualifikasi sebelum Juni tahun depan," jelas Hadi. 

Untuk mempersiapkan para atlet, Hadi mengatakah Prima harus bisa memulai kembali persiapan awal tahun depan, termasuk untuk ke SEA Games 2013 di Myanmar.

"Akan ada 25 cabang olahraga yang dipertandingkan dan kita sudah harus mempersiapkan para atlet untuk bertanding di cabang-cabang tersebut," tukasnya.

Meski demikian, Hadi menilai Indonesia masih tertinggal oleh Thailand sebagai pesaing terberatnya di Asia Tenggara. Thailand mampu mengoleksi medali emas terbanyak dari cabang-cabang terukur ini.

"Kita harus akui bahwa prestasi cabang-cabang terukur kita tertinggal dari Thailand. Mereka memang fokus di cabang-cabang itu, sedangkan kita masih belum," ujar Hadi.

Selain itu, Thailand juga sukses mengantongi tiket ke Olimpiade lebih banyak dibandingkan Indonesia, meski Hadi tak mengetahui pasti jumlahnya.

Salah satu contoh sukses Thailand adalah tim putri angkat besinya yang berhasil mengantongi lima tiket sejauh ini.  

Ke depannya, ujar Hadi, PRIMA akan memperbaiki cabang-cabang terukur tersebut. 

"Banyak hal yang perlu diperbaiki. Kita akan upayakan itu dan tidak ingin tertinggal terlalu jauh," jelasnya.

Penulis: