Setelah vakum sejak 2008, kompetisi bola basket putri siap digelar kembali bertajuk Women's National Basketball League (WNBL).
Lima klub dipastikan ambil bagian pada kompetisi ini. Mereka adalah Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta, Surabaya Fever, Sritex Dragons Solo, Sahabat Semarang, dan Rajawali-Tunas Mojang Jawa Barat.
Direktur PT Development Basketball League (DBL) Indonesia, selaku promotor Azrul Ananda, mengatakan langkah ini merupakan ide lama yang baru terealisasi.
"Saat kami mengambilalih Indonesia Basketball League, sudah ada permintaan menyelenggarakan kompetisi basket putri. Tapi kami belum bisa. Seiring berjalannya waktu, kami ditanya terus," ujar Azrul, di Jakarta, hari ini.
Saat penyelenggaraan NBL di Solo, Januari lalu, Azrul kembali bertemu dengan ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PBBSI), Anggito Abimanyu. Keduanya sepakat untuk menggelar WNBL.
Rencananya, laga perdana WNBL akan digelar 14 Maret bersamaan dengan NBL seri Surabaya. Setiap tim akan bertemu dua kali dan dua posisi teratas akan bertemu di partai final, yang dijadwalkan pada 28 April.
Untuk memperbesar ekspos media, WNBL diselenggarakan bersamaan dengan NBL dan Azrul mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan WNBL akan berdiri sendiri.
"Yang paling gampang memang ikut NBL supaya dapat liputan yang sama. Yang penting, kita jalan dulu dan kita lihat hasilnya seperti apa," lanjutnya.
"Ke depannya kami ingin lebih banyak lagi yang ikut. Yang pasti akan ada banyak wajah baru di WNBL dan mereka datang dari. DBL dan Libamanas," pungkas Azrul.





