Diharapkan menjadi sarana untuk seleksi tim nasional putri.

Empat tahun tanpa kompetisi yang jelas membuat klub basket putri gamang. Tak heran  menyambut kehadiran Women's National Basketball League yang akan dimulai 14 Maret mendatang.

Pada musim pembuka, memang hanya lima klub yang akan ambil bagian. Namun, jumlah ini sudah disambut gembira oleh pihak promotor PT DBL Indonesia, seperti yang dikatakan Direktur PT Deteksi Basket Lintas Indonesia Azrul Ananda.

“Justru kami yang berterima kasih pada lima klub ini karena mereka berkomitmen dan juga mempunyai tim untuk ikut dalam kompetisi ini,” kata Azrul, di Jakarta, hari ini.

Minimnya kompetisi di bagian putri berimbas langsung pada prestasi tim nasional. Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia mengalami kesulitan untuk mengumpulkan 25 pemain untuk keperluan pemusatan latihan SEA Games 2011 lalu.

Tim putri pun gagal memenuhi target medali perunggu lantaran kerap tampil grogi karena minimnya pengalaman bertanding.

Pemilik klub Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta, Hasan Gozali, pun  menyambut gembira kompetisi ini karena bisa menjadi sarana untuk seleksi tim nasional putri.

“Dengan kompetisi ini, jenjang pembinaan menjadi jelas. Sudah ada DBL dan Libamanas, sekarang ada WNBL. Jadi pemain punya tujuan yang jelas. Selain itu, kita juga bisa memilih pemain untuk tim nasional lewat kompetisi ini,” ucap Hasan.

Sementara itu, Halim dari Sritex Dragons Solo menyebut kompetisi ini bisa menjadi showcase talenta-talenta basket di Solo.

“Kami ikut WNBL karena ingin mempromosikan Solo. Tidak banyak yang  tahu bahwa kota Solo memiliki talenta-talenta basket yang hebat,” ujarnya.

Kompetisi Bola Basket Wanita, Kobanita, terakhir kali bergulir tahun 2008. Perbasi akhirnya memilih untuk menghentikan kompetisi ini karena  kesulitan sponsor. Imbasnya, klub basket putri ikut berguguran, termasuk sang juara bertahan Mahaputri Jakarta.

Pihak Mahaka memilih untuk membekukan Mahaputri, dan saat ini sebagian besar pemainnya hengkang ke Tomang Sakti.