Yani Tseng.
Yani Tseng. (sumber: AFP Photo/Pornchai Kittiwongsakul)
Bertekad untuk lebih rileks menuju ajang AS Terbuka tahun ini, pegolf muda peringkat teratas dunia asal Taiwan itu berharap dapat melengkapi koleksi trofinya secepatnya.

Pegolf wanita peringkat 1 dunia, Yani Tseng, mengakui bahwa perasaan 'stres' yang ditimbulkan akibat keinginan besar menambahkan trofi AS Terbuka ke dalam koleksinya, telah mengalahkan upaya yang mustinya ia lakukan untuk itu.

Sebagaimana diketahui, Tseng adalah pegolf termuda, baik di kalangan laki-laki maupun perempuan, yang telah berhasil mengumpulkan lima gelar juara turnamen besar. Hal itu direngkuhnya pada usia 22 tahun. Kini, giliran gelar juara AS Terbuka yang menjadi sasaran utama baginya.

"Untuk grand slam, tentu saja, AS Terbuka merupakan salah satu target saya," ungkap bintang golf asal Taiwan itu, hari ini, dalam sebuah jumpa pers menjelang HSBC Women's Champions di Singapura.

"Jika saya tak meraihnya tahun ini, saya (memang) masih punya banyak kesempatan lainnya. Tapi, saya akan senang sekali bisa meraihnya sesegera mungkin," tutur Tseng lagi.

Tseng lantas mengungkapkan bahwa tekanan untuk meraih trofi AS Terbuka tersebut telah menghantuinya selama beberapa tahun belakangan. Makanya, ia bertekad untuk menggunakan pendekatan lebih rileks dalam upaya meraih gelar tersebut, pada Juli depan, di Kohler, Wisconsin.

"Setiap kali saya ke AS Terbuka, saya merasakan lebih banyak tekanan daripada di turnamen lainnya. Lebih banyak stres," ujar Tseng. "Itu adalah sebuah turnamen yang benar-benar saya inginkan, dan kadang saya terlalu keras mencoba (meraihnya)," lanjutnya.

"Jadi, tahun ini, saya dan tim saya akan membicarakan (secara khusus) mengenai turnamen ini, dan bagaimana kami bisa bersiap. Juga, bagaimana kami bisa tetap rileks sepanjang tahun, serta tetap benar-benar (dalam keadaan) segar," tegas Tseng pula.