Lennox Lewis, mantan juara dunia kelas berat.
Lewis mengatakan dirinya tidak berencana untuk kembali naik ring.

Mantan juara dunia tinju Lennox Lewis menyatakan divisi kelas berat sudah mati dan mengkritik juara dunia Wladimir dan Vitali Klitschko bertarung di bawah standar.
   
Lewis mundur dari dunia tinju pada 2003 setelah juara WBC dan IBO itu meng-KO Vitali Klitschko, dan mengatakan bahwa saat ini dibutuhkan petinju segar di kelas berat.
   
Dua bersaudara petinju asal Ukraina itu telah memegang seluruh gelar utama di kelas berat, Wladimir yang akan berusia 36 taun pada Minggu, memegang gelar WBA, IBF, WBO dan IBO, sedangkan Vitali (40) adalah juara WBC.
   
"Saat ini, kelas berat telah mati," kata petinju kelahiran London itu kepada majalah Jerman Stern.
   
"Klitschko bersaudara dan para lawannya, hanya bisa mengisi koper mereka, para pesaingnya itu belum bisa melakukan perbaikan," katanya.
   
Wladimir menang KO mantan juara kelas penjelajah Jean-Marc Mormeck pada 3 Maret lalu, setelah petinju Prancis itu kehilangan harapan bertanding dan Lewis mengatakan pertarungan gelar Klitschko memprihatinkan untuk dunia olahraga.
   
"Dalam beberapa poin, wasit melangkah dan menghentikan pertarungan, karena mereka bosan. Jika ingin mendapatkan petinju terbaik di dunia, maka Anda harus memutuskan dengan sebuah pertarungan yang mengesankan, tidak seperti sirkus ini," katanya.
   
Wladimir menjawab kritikan terhadap pertarungannya, dan sebelum pertarungannya melawan Mormeck, ia menolak untuk minta maaf atas kondisi pertarungannya yang dilihat dari satu sisi tampak mudah.

Lewis sendiri mengatakan, dirinya tidak berencana untuk kembali ke ring, namun dirinya akan senang jika ditawari sebuah penggalangan dana. "Untuk 100 juta, saya akan kembali ke ring," katanya.

Penulis: